Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Foto-foto: Warga Cari Korban Tertimbun Longsor Dengan Alat Seadanya

Olehnya, dalam peristiwa bencana alam di dua kabupaten tersebut, terdata sebanyak 77 warga telah meninggal.

Foto-foto: Warga Cari Korban Tertimbun Longsor Dengan Alat Seadanya
istimewa
Gambar ini memperlihatkan warga mengevakuasi korban dengan alat seadanya. Banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada Minggu 4 April 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur benar-benar meluluhlantakkan masyarakat di sejumlah wilayah.

Puluhan warga meregang nyawa karena diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

Korban banyak terjadi di dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), yani Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Baca juga: Kemnaker Kirim Bantuan Logistik Korban Banjir Bandang dan Longsor di NTT dan NTB

Bencana alam akibat Siklon Seroja itu datang melanda ketika masyarakat sama sekali tidak siap menghadapi peristiwa tersebut.

Gambar ini memperlihatkan banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang,
Gambar ini memperlihatkan banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada Minggu 4 April 2021. (Dokumen warga/istimewa)

Hingga saat ini jumlah pasti korban jiwa belum diketahui secara jelas.

Baca juga: Inilah Lokasi Dapur Lapangan di 4 Kabupaten Terdampak Banjir Bandang NTT

Namun dari waktu ke waktu, penemuan korban jiwa selalu ada di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, hingga saat ini telah terdata 67 warga di Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng dan Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur.

banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur
Gambar ini memperlihatkan banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada Minggu 4 April 2021.

Sedangkan di tiga kecamatan di Kabupaten Lembata, yakni Ile Ape, Ile Ape Timur dan Kecamatan Omesuri, jumlah korban jiwa juga terus bertambah.

Olehnya, dalam peristiwa bencana alam di dua kabupaten tersebut, terdata sebanyak 77 warga telah meninggal.

Baca juga: BNPB Kirimkan Bantuan Logistik untuk Bencana Banjir Bandang Flores Timur

"Berdasarkan laporan dari Kades Nelelamadike Pius Pedang Melai, puluhan warga meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor."

memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur
Gambar ini memperlihatkan banjir yang memporakporandakan rumah warga di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada Minggu 4 April 2021.

Sampai saat ini, ada juga warga yang belum ditemukan dan diduga tertimbun tanah longsor. Ini terjadi karena hingga kini belum ada alat berat yang dikerahkan untuk membantu pencarian korban.

Bupati Flotim di lokasi bencana banjir bandang di Adonara Kabupaten Flores Timur, Senin 5 April 2021.
Bupati Flotim di lokasi bencana banjir bandang di Adonara Kabupaten Flores Timur, Senin 5 April 2021. (Istimewa)

"Sampai saat ini pencarian terus dilakukan dengan menggunakan peralatan seadanya. Semua ini karena tidak ada alat berat di dua lokasi itu," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Boli saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Berita terkait

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Tanpa Alat Berat, Warga di Adonara Mencari Korban dengan Peralatan Seadanya, Cerita Ini Menyedihkan

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas