Kesal Satgas Tak Datang-datang, Keluarga Korban Covid-19 Kuburkan Jenazah Tanpa Prokes
Satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memakamkan jenazah orang meninggal karena Covid-19 dengan tanpa protokol yang berlaku.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, MAKALE-- Satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan memakamkan jenazah orang meninggal karena Covid-19 dengan tanpa protokol yang berlaku.
Keluarga berdalih pihaknya kelamaan menunggu tim Satgas Covid-19 yang tak datang-datang sehingga memakamkan jenazah keluarga mereka sendiri.
Peristiwa tersebut sempat direkam kamera dan viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.
Jenazah dimakamkan oleh puluhan warga tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Baca juga: Kasus Covid Harian di India Lebih dari 100.000, Diduga karena Pelanggaran Prokes hingga Varian Baru
Jenazah positif Covid-19 disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr Farma.
dr Farma menyebut jenazah positif berdasarkan pemeriksaan tes Swab PCR.
Ia meninggal pada Selasa (30/3/2021).
"Waktu dirawat negatif, tapi setelah meninggal dan diperiksa kembali hasilnya positif Covid berdasarkan tes PCR," jelas dr Farma.
Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Kondisi Fisiknya Baik
Menurutnya, pihak rumah sakit telah mengingatkan keluarga untuk tidak melakukan kontak atau mendekati jenazah.
Namun keluarga jenazah ngotot dan nekat membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.
"Kami sudah ingatkan agar jangan dulu dibawa pulang, tapi entah bagaimana keluarga tetap membawa jenazah. Tapi kami sudah lakukan pemulasaran jenazah saat itu," ujarnya.
Sementara anak pasien yang meninggal, Kodel mengatakan, pemakaman dilakukan oleh warga lantaran kesal terhadap tim satgas dan pihak RSUD Lakipadada.
Dimana, tim satgas tak hadir di lokasi saat proses pemakaman akan dilakukan pada Rabu (31/3/2021).
Baca juga: Google Doodle Hari Ini Kembali Ingatkan Pencegahan Covid-19 dengan Bermasker Ganda dan Jaga Jarak
Sedangkan pihak RSUD Lakipadada menyampaikan jenazah positif setelah jenazah sampai di rumah duka.
"Pas sampai di rumah duka baru kami diberi tahu kalau almarhum positif, dan pemakaman kami lakukan sendiri karena sudah menunggu lama tapi tidak ada tim satgas yang turun untuk lakukan pemakaman," jelas Kodel, Selasa (6/4/2021).
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, Semuel Tande Bura menjelaskan, beberapa jam setelah jenazah meninggal tim satgas akan melakukan pemakaman.
Sayangnya, saat di rumah duka, tim satgas ditolak oleh keluarga jenazah.
"Sesungguhnya tim satgas hadir disana, namun keluarga tidak mengijinkan untuk dimakamkan sesuai protap," jelasnya.
"Itu yang perlu kami luruskan, bahwa tim hadir disana tapi keluarga keberatan, jadi tim kesulitan untuk melakukan pemakaman," pungkasnya. (Tommy Paseru)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Viral Warga di Toraja Makamkan Jenazah Pasien Covid-19 Tanpa APD, Keluarga; Kami Kesal ke Tim Satgas