Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gegara Pohon Jambu, Wanita Tamatan Diploma Kebidanan Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara

Usai mendengar tuntutan, hakim ketua memberikan waktu seminggu kepada terdakwa membuat nota pembelaan namun tetap mengutamakan perdamaian

Gegara Pohon Jambu, Wanita Tamatan Diploma Kebidanan Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara
TRIBUN MEDAN/GITA
Bersiteru Soal Pohon Jambu dengan Tetangga, Melda Boru Simanjuntak Dihukum 6 Bulan Penjara 

Laporan Wartawan Tribun Medan Gita Nadia Putri br Tarigan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gegara perseturuan yang dipicu pohon jambu, warga Medan dituntut 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (3/6/2021).

Dipicu masalah pohon itulah,  Rosita Meldawaty Br Simanjuntak alias Melda ayunkan parang ke kepala tetangga.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Toga menilai wanita tamatan Diploma Kebidanan ini, terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 351 Ayat (1)  KUHPidana.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan Rosita Meldawaty Br Simanjuntak Alias Melda dengan pidana penjara selama 6 bulan," tuntut Jaksa.

Usai mendengar tuntutan, hakim ketua memberikan waktu seminggu kepada terdakwa membuat bota pembelaan (pledoi), meski demikian hakim meminta agar kedua belah pihak mengutamakan perdamaian.

"Ditunda satu minggu untuk pledoi, tapi utamakan berdamai ya," pungkas hakim.

Baca juga: Beri Peringatan, Hakim Minta Agustri Yogasmara Tak Tutupi Keterlibatan Pihak Lain Dalam Kasus Bansos

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya, saksi korban Melinda Br Simanjuntak menjelaskan bahwa hal tersebut, terjadi pada 13 Februari 2020 sekitar pukul 12.17 WIB, ketika ia sedang berada di rumahnya dan melihat terdakwa sedang menebang pohon jambu air di halaman tanah garapan miliknya.

"Si Melda menebang pohon jambu saya, enggak tumbang memang tapi udah mati.

Setelah itu saya larang kenapa ditebang, katanya mau saya bangun tembok, lalu kujawab di tanah mu lah kau bangun tembok," kata Melinda.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas