Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pedagang Mi Instan di Puncak yang Viral Buka Suara, Pegawai Salah Hitung hingga Persoalan Harga

Pedagang mi instan di Puncak, Kabupaten Bogor, yang viral buka suara. Ia mengaku pegawainya salah hitung hingga menjelaskan soal harga.

Pedagang Mi Instan di Puncak yang Viral Buka Suara, Pegawai Salah Hitung hingga Persoalan Harga
Twitter/Tribunnews Bogor Naufal Fauzy
Nota Kedai Rizqi Maulana yang viral di media sosial (kiri) dan penampakan Kedai Rizqi Maulana (kanan). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah warung mi instan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial karena disebut-sebut mematok harga yang tak wajar.

Viralnya warung mi instan bernama Kedai Rizqi Maulana ini bermula saat warganet Twitter mengunggah foto nota yang mencantumkan harga makanan.

Dalam foto tersebut, harga mi instan menggunakan telur dibanderol Rp18 ribu.

Namun, hasil hitungan di nota tak sesuai.

Total harga dua porsi mi instan soto seharusnya Rp36 ribu, tetapi di nota tertulis Rp54 ribu.

Tarif makanan yang dijajakan di salah satu kedai di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor viral di media sosial (medsos).
Tarif makanan yang dijajakan di salah satu kedai di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor viral di media sosial (medsos). (istimewa)

Baca juga: FAKTA Kasus Mutilasi di Banjarmasin: Motif Pelaku hingga Suami Korban Ungkap Keanehan sang Istri

Baca juga: Remaja Dirudapaksa Ayah Kandung, Korban Sengaja Minta Saudara Merekam untuk Alat Bukti

Sontak, cuitan warganet tersebut viral dan beredar di platform media sosial lainnya.

Dikutip dari Tribun Bogor, pemilik Kedai Rizqi Maulana, Dila Nuraulia (29), buka suara terkait harga makanan di warungnya yang viral di media sosial.

Soal total harga mi instan yang keliru, Dila mengaku hal tersebut memang kesalahan pegawainya, bukan karena sengaja 'menembak'.

Dila mengatakan, saat itu pegawainya tengah mengantuk hingga salah menghitung.

Pasalnya, ujar Dila, pembeli datang pada dini hari, tepatnya Selasa (1/6/2021).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas