Tribun

RS Mengaku Bayinya Meninggal Saat Dilahirkan, Polisi Selidiki Mengapa Anggota Tubuh Bayi Tak Lengkap

Karena takut diketahui oleh keluarga lantaran hamil di luar nikah, Ni Putu RS kemudian membungkus mayat bayinya itu dengan sebuah kresek.

Editor: Dewi Agustina
RS Mengaku Bayinya Meninggal Saat Dilahirkan, Polisi Selidiki Mengapa Anggota Tubuh Bayi Tak Lengkap
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan tersangka Ni Putu RS, pelaku pembuang mayat bayi di Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu. 

Selama mengandung, kedua orang tua Ni Putu RS kata AKBP Sinar, tidak mengetahui jika putrinya dalam keadaan hamil.

Bayi yang dikandung oleh Ni Putu RS itu merupakan hasil hubungan dengan mantan pacarnya.

"Jadi tersangka statusnya sudah putus dengan pacarnya, sehingga tersangka berusaha menutupi kehamilannya ini dari orang tuanya. Kami tentu akan memeriksa mantan pacarnya itu, untuk mengetahui apakah saat tersangka hamil diketahui atau tidak," jelasnya.

Baca juga: Takut Bikin Malu Keluarga, Wanita Ini Sembunyikan Persalinannya, Bikin Skenario Temukan Bayi Dibuang

Sementara ditemui di Mapolres Buleleng, Ni Putu RS tampak tertunduk malu.

Saat diwawancarai oleh awak media, Ni Putu RS enggan menjawab.

Sebelumnya, warga di Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis 3 Juni 2021 pagi sekitar pukul 06.00 Wita.

Bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar bernama Kadek Sely Riskiani (16).

Kala itu, Sely tengah berjalan ke luar dari rumahnya, untuk membeli makanan.

Tiba-tiba ia menemukan sebuah tas belanja berwarna hijau, yang tergeletak tepat di gang jalan keluar rumahnya.

Saat didekati, ternyata tas belanja itu berisikan sesosok mayat bayi, dengan kondisi kedua tangan sudah tidak ada.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas