Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Aksi Wanita Bunuh Mantan Selingkuhan Dibantu Suami, Pelaku Sembunyi di Semak-semak Lalu Tusuk Korban

Kasus pembunuhan terhadap Tigor Nainggolan (28) di Kota Jambi semakin terang setelah polisi melakukan rekonstruksi kejadian.

Aksi Wanita Bunuh Mantan Selingkuhan Dibantu Suami, Pelaku Sembunyi di Semak-semak Lalu Tusuk Korban
tribunjambi/aryo tondang
Rekonstruksi pembunuhan Tigor Nainggolan digelar di gedung pertemuan Tri Darma Sakti Polres Jambi, Jumat (18/6/2021) pagi. 

Saat itu korban masih melakukan perlawanan, dengan menendang Pondriani hingga terpental.

Melihat hal tersebut, suami Pondriani langsung bergerak mengambil pisau yang terlepas dari tangan Pondriani, dan kembali menikam bagian ketiak korban.

Meski telah ditikam beberapa kali, korban masih sempat melakukan perlawanan.

Saat melihat sang suami sedang berduel dengan korban, Pondriani kembali membantu menyerang korban.

Saat itu, korban akhirnya mencoba melarikan diri.

Namun, sekira 30-50 meter, korban akhirnya terkapar dengan kondisi luka tikam, hingga akhirnya tewas.

Saat itulah, kedua pelaku melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Handres mengatakan, usai menghajar korban, kedua tersangka melarikan diri ke arah Pondok Meja menggunakan sepeda motor untuk menemui seseorang.

Kemudian, dengan mengendarai kendaraan roda empat pelaku melarikan diri ke wilayah Tebo.

Namun, di wilayah Sebapo pelaku membuang senjata api rakitan.

"Untuk senjata api, memang tidak sempat digunakan pelaku," kata Handres, Jumat (18/6/2021) pagi.

Kata Handres, rekonstruksi tersebut merupakan upaya untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus pembunuhan tersebut.

Pihaknya akan terus mengumpulkan sejumlah bukti-bukti untuk kemudian dibawa dalam persidangan.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 Tahun.

"Kita penyidik hanya menyajikan unsur-unsur yang mengangkut pasal pembunuhan berencana, yang memutuskan tetaplah Hakim," kata Handres. (Tribunjambi/ Aryo Tondang)

Penulis: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas