Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bagikan Wafer Berisi Beling hingga Silet ke Anak-anak, Pria Ini Mengaku untuk Ritual Tolak Bala

Polisi menangkap pria yang diduga membagikan wafer berisikan benda berbahaya berupa pecahan kaca kepada sejumlah anak di Kecamatan Patrang

Bagikan Wafer Berisi Beling hingga Silet ke Anak-anak, Pria Ini Mengaku untuk Ritual Tolak Bala
Kompas.com
Kue wafer yang di lapisan-lapisannya ditemukan benda tajam seperti silet dan pecahan kaca. Wafer ini dibagi-bagikan oleh pria tak dikenal kepada anak-anak yang sedang bermain di Kecamatan Patrang, Jember. 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Polisi menangkap pria yang diduga membagikan wafer berisikan benda berbahaya berupa pecahan kaca (beling), paku kecil, juga patahan silet/cutter kepada sejumlah anak di Kecamatan Patrang, Jember.

Dari keterangan pelaku, polisi mengatakan, pria berinisial AB (42) itu diduga menyebarkan wafer berisi beling untuk ritual tolak bala. Saat ini AB mendekam di penjara Polres Jember.

Pria asal Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang ini diduga menyebarkan wafer berisi benda berbahaya kepada anak-anak di Jalan Cempedak.

Baca juga: Bea Cukai Malang Selamatkan Kerugian Negara Lewat Pemusnahan Barang Hasil Penindakan

Polisi menangkap AB di warung sekitar RSD dr Soebandi Jember.

"Saat penggeledahan, kami menemukan beberapa bahan dan alat membuat makanan bersisi pecahan potongan benda tajam berbahaya," kata AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasatreskrim Polres Jember kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Masyarakat yang Belum Punya NIK Tetap akan Dapat Vaksin Covid-19

Pihaknya masih mendalami motif AB menebar wafer berisi silet, pecahan beling, dan paku kecil.

"Pelaku mengaku itu untuk tolak balak. Tapi, kami masih dalami motifnya," terangnya.

Awalnya AB membeli wafer merek yang sama.

Kemudian AB membuka kemasan dan memasukkan pecahan benda berbahaya itu ke tengah wafer.

AB kembali menutup kemasan dengan cara disundut api, sehingga kemasan yang sobek terlihat merekat.

Halaman
1234
Editor: Sanusi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas