Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengajar Ponpes di Ogan Ilir Lecehkan 23 Murid Laki-laki sejak 2020, Pelaku: Saya Penasaran

Seorang pengajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) berinisial JN (22) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan melecahkan puluhan murid laki-laki.

Pengajar Ponpes di Ogan Ilir Lecehkan 23 Murid Laki-laki sejak 2020, Pelaku: Saya Penasaran
TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini
JN (22) oknum pengasuh dan pengajar di salah satu Ponpes di Ogan Ilir ditangkap anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel karena diduga mencabuli belasan santri laki-laki, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pengajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) berinisial JN (22) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan melecahkan puluhan murid laki-laki.

Sebelumnya, ada sebanyak 12 murid laki-laki yang menjadi korbannya.

Namun, jumlah itu bertambah menjadi 26 murid laki-laki.

Ironisnya, ada beberapa korban yang bahkan mengalami tindakan asusila secara berulang.

Ada yang mengalaminya sebanyak 1 kali, 2 kali, 6 kali, hingga 10 kali.

"Sekarang total korban ada 26 anak," kata Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, Kamis (16/9/2021), dilansir Tribun Sumsel.

Jumlah tersebut bertambah setelah Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel membuka posko pengakuan.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis di Banyumas, 3 Tahun Dirudapaksa Ayah dan Kakaknya, Terungkap saat Kabur dari Rumah

Terkait dengan banyaknya jumlah korban, penyidik akan berkoordinasi dengan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka.

"Pemeriksaan itu untuk mengetahui lebih mendalam terkait motif atau latar belakang perbuatan yang bersangkutan," ucapnya.

Berbagai alat bukti serta keterangan para saksi juga masih dikumpulkan terkait kasus ini.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas