Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FAKTA Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Manokwari: Dipasang di Tower BTS, Pelaku Diburu Polisi

Warga di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, digegerkan dengan pengibaran bendera Bintang Kejora.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in FAKTA Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Manokwari: Dipasang di Tower BTS, Pelaku Diburu Polisi
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Bendera Bintang Kejora dikibarkan tertancap di tower Telkomsel di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

Ia mengatakan, pihaknya sudah bergerak untuk memburu pelaku yang sengaja memasang bendara tersebut.

"Anggota masih mencari, informasi siapa pelaku yang mengibarkan bendera," kata Kurniawan.

"Namanya kalau mengibarkan bendera dil uar negara kita, pasti ada orang-orang yang bersebrangan,"imbuhnya.

Baca juga: Kisah Atlet Pencak Silat Nadia Haq Umami, Peraih Perunggu di PON Papua, Tahu Hamil Jelang Semi Final

Motif didalami

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Manokwari, Iptu Arifal Utama mengatakan, pihaknya mendalami motif dari kasus ini.

"Kita akan mendalami terkait kasus yang tadi, dan nanti akan dimintai keterangan dari saksi di tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Arifal.

Arifal  menambahkan, pihaknya mengira bendera dipasang saat pagi buta.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemungkinan, bendera tersebut dikibarkan subuh, sebab lokasi di TKP suasananya gelap, dan sepi,"kata Arifal.

Pasca pengibaran bendera, kondisi keamanan di Manokwari masih relatif kondusif.

"Untuk motifnya masih kita dalami, sementara kami telah mengamankan barang bukti (BB) berupa kayu dan bendera di Polres Manokwari,"ujarnya.

Baca juga: Jadwal Peparnas XVI Papua 2021: Diikuti 1.985 atlet yang akan Bertanding, Simak Selengkapnya

Tanggapan tokoh adat

Tokoh Adat Suku Besar Arfak, Obet Ayok.
Tokoh Adat Suku Besar Arfak, Obet Ayok. (Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)

Tokoh Adat Suku Besar Arfak, Obet Ayok memberikan tanggapannya.

Ayok mengatakan, Manokwari adalah kota peradaban dan tanah ini telah lahir sejumlah pemimpin asli Papua (Suku Arfak).

"Saya minta kepada semua penduduk (Orang Papua dan Pendatang) di Manokwari, jangan buat nama daerah ini menjadi merah," kata Ayok.

Lanjut dia, jangan sampai orang luar menilai segala persoalan termasuk pengibaran bendera adalah orang asli Manokwari.

Baca juga: Kisah Komandan dan Anggota KKB Berdamai dengan TNI/Polri, Bantu Jaga Keamanan & Ikrar Setia NKRI

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas