Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kronologis Penyerangan yang Mengakibatkan Aipda Eko Sugiawan Terluka Hingga Mobil Kakaknya Dirusak

Setelah berjalan dua hari, tiba-tiba DK menghubungi Edi mengatakan dia tidak sanggup dan meminta agar penyewaan dibatalkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kronologis Penyerangan yang Mengakibatkan Aipda Eko Sugiawan Terluka Hingga Mobil Kakaknya Dirusak
HO/Tribun Medan
Aipda Eko Sugiawan saat dilarikan ke rumah sakit usai dibacok oleh puluhan orang. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Aipda Eko Sugiawan, seorang anggota polisi yang berdinas di Polsek Medan Timur menderita luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya setelah menjadi korban penyerangan yang dilakukan oleh puluhan orang.

Peristiwa penyerangan terjadi di Jalan Setia Budi, Perumahan Kalpatara Indah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (22/10/2021) lalu.

Selain membacok korban, puluhan orang ini juga menghancurkan rumah serta mobil milik kakak Aipda Eko Sugiawan, yakni Edi Susanto.

Penyerangan rumah Polwan dan pembacokan anggota Polsek Medan Timur di kawasan Kecamatan Medan Helvetia ini ternyata berawal dari rental truk.

Edi Susanto suami dari Polwan Aiptu Surya Ningsih sekaligus kakak dari Aipda Eko Sugiawan menjelaskan tentang kronologis kejadian penyerangan tersebut.

Edi mengatakan, penyerangan bermula dari sewa menyewa mobil truk, kepada seseorang berinisial DK, pada Rabu (13/10/2021). lalu.

Saat itu, ia didatangi oleh DK yang hendak menyewa mobil truknya sebanyak tujuh unit yang akan dibawa ke daerah Kabupaten Langkat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, nggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," kata Edi kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).

Ia mengatakan, saat itu dirinya mengaku tidak memiliki unit sebanyak yang diinginkan.

Namun, Edi mencarikan truk kepada rekannya bernama Pohan dan Anto.

"Saya bilang sama dia unit saya nggak ada. Kalau bisa saya bantu satu unit. Jadi saya telepon kawan saya. Dapatlah dari Anto tiga unit dari Pohan empat unit," ceritanya.

Aipda Eko Sugiawan saat dilarikan ke rumah sakit usai dibacok oleh puluhan orang.
Aipda Eko Sugiawan saat dilarikan ke rumah sakit usai dibacok oleh puluhan orang. (HO/Tribun Medan)

Edi menambahkan, penyewaan truk tersebut dihitung per hari, satu truk disewa seharga Rp 900 ribu.

DK pun menyetujui kesepakatan itu dan menyewa tujuh unit selama enam hari.

DK mengaku kepada Edi bahwa truk tersebut, ia pakai untuk bekerja bersama dengan salah satu ketua Organisasi Masyarakat (ormas) di Langkat.

"Dia bilang kerja sama dengan ketua Ormas sana, mau nimbun PKS. Sama kita ya terserah yang penting bayar uang rental," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas