Tribun

Ade Wifi Tertabrak Truk Pertamina Saat Putranya Kumandangkan Azan Magrib

Yuzril mengiringi detik-detik kepergian bapaknya dengan azan yang dikumandangkannya di masjid yang tak jauh dari lokasi kejadian

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ade Wifi Tertabrak Truk Pertamina Saat Putranya Kumandangkan Azan Magrib
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Suasana di rumah duka Ade Wifi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT -  Meninggalnya Ade Ahmad (35)  usai ditabrak truk tangki  menyisakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban.

Kecelakaan tunggal  itu melibatkan truk tangki  yang tiba-tiba hilang kendali dan menabrak pejalan kaki, di Jalan Raya Garut-Bandung kawasan Warung Peuteuy, Senin (9/11/2021) petang.

Ade Ahmad atau yang dikenal dengan Ade Wifi karena profesinya sebagai teknisi di salah satu perusahaan telekomunikasi tertabrak truk tangki Pertamina saat baru saja pulang bekerja dan tengah berjalan kaki menuju rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu waktu sudah memasuki waktu salat Magrib.

Azan di masjid terdekat  pun berkumandang bersamaan dengan tertabraknya warga Kampung Cileungsing, Desa Pasawahan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut hingga terpental lalu terhimpit badan truk.

Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Lokasi KTT G20 di Bali Mulai Disterilkan

Siapa sangka suara azan tersebut ternyata dikumandangkan oleh anak sulung korban yang masih berusia sembilan tahun.

"Anaknya almarhum minta sama saya buat azan di masjid magrib tadi, bersamaan saat bapaknya tertabrak, anaknya tidak tahu bapaknya tertabrak," ujar kerabat korban, Maman Abdurrahman (60) saat diwawancarai Tribunjabar.id.

 Anaknya yang diketahui bernama Yuzril (9) tersebut mengiringi detik-detik kepergian bapaknya dengan azan yang dikumandangkannya di masjid yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Maman menjelaskan keluarga korban merupakan keluarga yang saleh yang terlihat adem dan tidak pernah terdengar ada masalah apa pun dengan masyarakat sekitar.

Dari pantauan Tribunjabar.id di rumah duka, saat persiapan pemakaman korban, terlihat Yuzril tidak menangis saat duduk berhadapan dengan jasad bapaknya sudah dibungkus kain kafan dan diselimuti batik.

"Lihat tuh lihat, Yuzril  berzikir, lihat tangannya berzikir, ya Rabbi soleh itu anak, tidak menangis tapi zikir," ucap Maman saat di rumah duka.

Korban dimakamkan Senin malam, ia  meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. 

Susana di rumah duka malam itu basah dengan air mata karib keluarga dan masyarakat sekitar.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas