Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Perekam dan Penyebar Video Asusila di Garut, AS Mengaku Sakit Hati

Penangkapan AS dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari RM selaku korban yang akun Instagramnya dipakai pelaku untuk menyebarkan video asusila

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengakuan Perekam dan Penyebar Video Asusila di Garut, AS Mengaku Sakit Hati
Istimewa via Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari
Sebuah video syur yang memperlihatkan anak muda warga Garut berbuat asusila bikin heboh media sosial 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Graha Adi Sucipto (22), penyebar sekaligus perekam video asusila yang menghebohkan masyarakat Garut diamankan di Bekasi Jawa Barat.

Graha mengaku telah merekam dan menyebarkan video asusila bersama RM yang dikenal sebagai seorang selebgram.

"AS ini berhasil ditangkap di wilayah Pondok Gede, Bekasi," kata Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Senin (22/11/2021). 

Wirdhanto mengatakan, penangkapan AS dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari RM selaku korban yang akun Instagramnya dipakai pelaku untuk menyebarkan video asusila

Pelaku diketahui memproduksi video tersebut pada pertengahan tahun 2021.

"Videonya dibuat pelaku pada bulan Juli 2021, di sebuah studio foto yang ada di Banyuresmi Garut," ucapnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaku AS mengakui perbuatannya itu dilakukan karena sakit hati kepada pihak keluarga korban yang akan menjodohkan RM dengan orang lain. 

Baca juga: 5 Fakta Baru Video Syur di Garut, Sosok Pemeran Wanita hingga Lokasi Sebenarnya Tempat Video Dibuat

 "Saya sengaja membuat video itu karena kecewa dengan orang tuanya yang akan menjodohkan  pacar saya dengan laki-laki lain," ucapnya. 

AS juga mengaku bahwa penyebaran video tersebut sengaja dilakukan agar semua orang tahu bahwa korban telah melakukan hubungan intim dengannya. 

"Biar semuanya tahu dia telah berhubungan dengan saya," ucapnya.

Hal ini juga dikatakan oleh Kapolres.

"Motif dari pelaku yang bersangkutan kecewa dengan pihak keluarga karena cintanya tidak direstui oleh orang tua RM," ujar Kapolres saat diwawancarai Tribunjabar.id di Polres Garut, Senin (22/11/2021). 

Wirdhanto menjelaskan RM tidak mengetahui saat video tersebut direkam oleh pelaku.

Pelaku diketahui merupakan  manajer RM memiliki akses ke berbagai akun medsos korban sehingga leluasa mengunggah video syur.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas