Tribun

Wawancara Eksklusif

Kenaikan Upah di Bali Kecil, Para Pekerja Memahami Kondisi Bali yang Sepi

Upah Minimum Provinsi Bali naik hanya 0,98 persen, di bawah Upah Nasional. Namun para pekerja di Bali memahami kondisi Bali yang masih sepi.

Editor: cecep burdansyah
Kenaikan Upah di Bali Kecil, Para Pekerja Memahami Kondisi Bali yang Sepi
Istimewa
I Wayan Madra, Ketua DPD KSPSI Provinsi Bali

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR, Bali telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2022. Kenaikan UMP pun tak terlalu tinggi, hanya 0,98 persen.

UMP Bali tahun 2022 Rp 2.516.971 atau naik Rp 22.971 dibandingkan UMP sebelumnya.

Kenaikan UMP Bali ini sudah ditetapkan berdasar SK Gubernur Bali No 779/03-M/HK/2021 tanggal 18 November 2021.

Terkait kenaikan UMP Bali tersebut, Tribun Bali mewawancarai Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Bali, I Wayan Madra. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana pendapat Anda dengan kenaikan UMP Bali tahun 2022 yang hanya Rp 22.971?

Sebenarnya itu terlalu kecil. Bahkan kurang dari 1 persen, hanya naik 0,98 persen. Ini di bawah rata-rata UMP nasional. Nasional rata-rata kenaikannya 1,09 persen, sementara Bali di bawah 1 persen.

Bagaimana sikap SPSI dengan kenaikan tersebut?

Ya sebenarnya kami tidak mau menerima karena terlalu kecil. Cuma keadaan Bali masih seperti ini. Ekonomi Bali masih minus. Karena kondisi Bali seperti ini kita bisa memahami, padahal yang sesungguhnya kita tidak bisa menerima.

Apa ada syarat terkait penerimaan kenaikan UMP tersebut?

Kami menerima dengan catatan supaya tidak ada PHK. Selain itu, yang dirumahkan dipekerjakan kembali.

Di samping itu, rumusnya memang baku seperti itu dari pusat sesuai dengan PP No 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Kami sudah teken itu di Dewan Pengupahan Provinsi, karena kondisi Bali yang masih minus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas