Tribun

Diberi Bantuan, Eyang Darsih Pilih Jamban Ketimbang Kasur

Eyang Darsih lebih memilih bantuan jamban ketimbang kasur untuk tidur saat didatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kediamannya Cilongok.

Editor: Content Writer
zoom-in Diberi Bantuan, Eyang Darsih Pilih Jamban Ketimbang Kasur
Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mendatangi Eyang Darsih di kediamannya Cilongok, Banyumas. 

TRIBUNNEWS.COM - Eyang Darsih lebih memilih bantuan jamban ketimbang kasur untuk tidur saat didatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kediamannya Cilongok, Banyumas.

Kepada Ganjar, Eyang Darsih mengaku tak nyaman tidur di kasur empuk. “Mbah, niki griyane didandosi sae nggih? (Nek, ini rumahnya diperbaiki bagus ya?),” ujar Ganjar menyapa Darsih.

Darsih yang berada di depan rumahnya itu pun langsung tersipu saat bertemu Ganjar. Kepadanya, Darsih menyampaikan terima kasih karena telah dibantu perbaikan rumah.

Ganjar lalu meminta Darsih untuk mendampinginya melihat ke dalam rumah. Di situlah obrolan asyik terjadi. Usai melihat isi rumah, Ganjar bertanya pada Darsih soal keberadaan kasurnya.

Kulo remen mboten ngangge kasur pak. Nek nganggo kasur ora penak turune (saya lebih suka tidak pakai kasur pak. Kalau pakai kasur nggak enak tidurnya),” tutur Darsih.

Inggih pun milih, bade ditumbasaken kasur nopo didamelke jamban?” tanya Ganjar.

Jamban mawon,” kata Eyang Darsih.

Darsih merupakan salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. 

Bantuan yang didapatnya adalah Rumah Sehat Layak Huni (RSLH). Selain Darsih, total terdapat tiga unit rumah di Kecamatan Cilongok yang mendapat bantuan serupa dari Pemprov Jateng

Ganjar juga mengunjungi rumah Mbah Rimpen di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Mbah Rimpen mendapat bantuan jambanisasi dan RTLH dari Pemprov Jateng dan dukungan CSR Sinarmas Grup.

“Jadi maksud saya, ketika kita bisa nengok satu per satu kita bisa mencatat warga kita. Jadi, masalahnya satu per satu kita selesaikan. Kalau kita melihat RTLH-nya sudah bagus begini ya Insha Allah kalau kita bicara dari sisi kemiskinan ekstrem maka kita selesaikan,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan, pengentasan kemiskinan ekstrem (PKE) tidak cukup dan tidak akan selesai jika hanya berupa bantuan dari APBD Pemda dan Pemprov. Untuk itu, spirit gotong royong ditekankan Ganjar dalam penanganan PKE di Jateng.

“Pola kerja sama dengan keterlibatan BUMN, BUMD, swasta, baznas, warga juga membantu. mereka yang gotong royong juga ikhlas itu menurut saya bagian spirit gotong royong untuk membangun ini. Jadi, tidak hanya sekadar APBD kabupaten sama provinsi tok ini nggak akan selesai sampai kapanpun,” tegasnya.(*)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas