Tribun

Usai Dipecat dari Perangkat Desa, Warga Sumut Ini Berniat Jual Ginjal Biaya ke Pengadilan

Sayful, warga Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara berniat menjual ginjalnya sebagai biaya ke pengadilan.

Editor: Erik S
zoom-in Usai Dipecat dari Perangkat Desa, Warga Sumut Ini Berniat Jual Ginjal Biaya ke Pengadilan
HO
Sayful alias Gogon mantan Perangkat Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara saat berada di rumah Senin, (24/1/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, DELISERDANG-  Sayful, warga Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara berniat menjual ginjalnya sebagai biaya ke pengadilan.

Sayful sebelumnya menjabat perangkat desa di kampungnya. Namun Sayful dipecat. Dia sempat melaporkan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan dugaan korupsi dana penanganan Covid yang dilakukan oleh Kepala Desa ke Polda Sumut.

"Aku sudah dipecat dan sekarang sudah ada yang menggantikan posisiku. Ya biaya ginjal untuk biaya perkara ke PTUN. Ya kek mana lagi uang saya nggak ada," ucap Sayful.

Pria yang akrab disapa Gogon ini mengaku sampai saat ini tidak menerima pemecatan yang dilakukan oleh Kepala Desa dan sudah disetujui oleh Camat.

Ia mengaku sudah melaporkan kasus yang dialaminya juga ke Ombudsman.

Baca juga: Kisah Monita, Wanita Hamil Asal Depok Terpaksa Jual Ginjalnya Gara-gara Terlilit Utang Rp 1 Miliar

Kasus dugaan tindakpidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang diduga dilakukan oleh Kadesnya juga sudah dilimpahkan ke Polresta Deliserdang.

"Aku bukan nggak mau kerja aku dan bukan mau mempersulit masyarakat. Aku nggak mau meneken laporan pertanggungjawaban karena nggak ada transparan kemana dan untuk apa saja yang sebetulnya. Yang jelas di Mark up, ya aku tidak maulah menandatangani yang begituan,"ucap Gogon

Ia menyebut sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pemerintahan namun digantikan secara sepihak oleh Kades Jati Kesuma, Wasito dengan anak kandungnya Nurdianto.

Nurdianto sudah dipecat karena berulah dan sekarang juga sudah dipenjara karena terlibat pencurian kabel milik PLN di kawasan Tanjungmorawa.

Baca juga: Penyakit Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Faktor Risikonya

Setelah dari Kasi Pemerintahan Gogon pun kemudian digeser sebagai Kasi Pelayanan di desa.

"Ya aku sudah dipanggil dua kali di Polresta. Aku juga sudah dipanggil sama Propam Polresta karena kasus yang dilaporkan di Reskrim itu nggak jalan. Setelah ku laporkan ke Propam baru turun orang Reskrim ke desa,"kata Gogon.

Informasi yang dihimpun Gogon telah dipecat oleh Pemerintah Desa dan Kecamatan pada 21 November 2021.

Pemecatan dirinya sudah disetujui oleh Camat Namorambe, Amos F Karo-Karo. Terkait rencana Gogon yang mau menjual ginjalnya Amos pun ikut memberikan komentar.

Baca juga: Terlalu Banyak Minum Air Bisa Merusak Ginjal, Dokter Beri Penjelasan

"Ya menurut saya berlebihan dia. Kalau dia melaporkan Kadesnya ke polisi itu hak dia. Sudah pernah diberikan SP (surat peringatan) sampai dua kali. Ya hasil musyawarah bersama dengan BPD ya dia diberhentikan. Masa katanya dia mau kerja lagi apabila Kadesnya bukan dia (Wasito),"kata Amos.

Disebut musyawarah di Desa sudah beberapa kali dilakukan. Gogon disebut tidak bisa bekerjasama dengan baik dengan Kepala Desa sehingga pencairan BLT sempat teganggu dan tidak bisa dicairkan terhadap 105 orang warga.

" Alah banyak kali cakapnya itu (Gogon menuduh telah dimark up),"kata Amos. (Indra Gunawan).

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Pria di Deliserdang Ingin Jual Ginjal Karena Dipecat Setelah Laporkan Pimpinan yang Diduga Korupsi

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas