Tribun

UMKM Menginspirasi

Widya Buat Camilan Manfaatkan Potensi Khas Rembang, Awalnya Coba-coba, Ternyata Laris

Dari camilan ikan krispi kemudian membuat aneka camilan rengginang, variasi bahan udang, teri nasi, ikan asap, rajungan, cumi dan lainnya.

Editor: cecep burdansyah
zoom-in Widya Buat Camilan Manfaatkan Potensi Khas Rembang, Awalnya Coba-coba, Ternyata Laris
(Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)
MANFAATKAN POTENSI LOKAL - Widya Wijaya menunjukkan produk Keriyes saat pameran UMKM dalam agenda Rapat Kolaborasi UMKM di Jawa Tengah yang digelar PT Semen Gresik bersama Rumah BUMN Rembang difasilitasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kota Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNNEWS.COM, REMBANG - Mencoba membuat camilan berbahan ikan, Widya Wijaya berhasil menjadi pelaku UMKM yang omzetnya terus tumbuh.

Dari camilan ikan krispi kemudian membuat aneka camilan rengginang, variasi bahan udang, teri nasi, ikan asap, rajungan, cumi dan lainnya. Konsumen makin banyak.

Berawal dari coba-coba membuat olahan berbahan ikan, Widya Wijaya Ismoe, warga Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang justru menemukan peluang usaha.

Pria berusia 43 tahun itu membuat beraneka produk camilan berbahan dasar ikan yang diberi nama "Keriyes".

Produk-produk inovasi Widya tersebut kini telah dijual di toko oleh-oleh. Juga dijual di berbagai toko retail modern dan juga melalui marketplace.

"Awalnya (saya) coba-coba membuat olahan dengan bahan ikan, waktu itu teri nasi. Kemudian saya berpikir, biar ada nilai tambah, diolah jadi apa ya? Kemudian saya buat olahan dengan cara digoreng menjadi krispi. Dari situ banyak yang pesan," kata pelaku usaha UMKM yang mengikuti program UMKM Kokoh tersebut saat pameran di Semarang, baru-baru ini.

Widya menyebutkan, usaha camilan Keriyes telah ia mulai sejak tahun 2018. Adapun bahan baku produk tersebut di antaranya yakni ikan yang ia peroleh langsung dari para nelayan di Kabupaten Rembang.

Menurut Widya, dari awal coba-coba membuat olahan itu ia telah mampu menjual hingga 1.000 pcs/kemasan. Begitu pula pada bulan selanjutnya hingga ia kemudian mengembangkannya dengan menghadirkan produk-produk lain karena melihat tingginya minat konsumen.

"Saat ini dengan penambahan berbagai varian produk, terjual kurang lebih 2.500 pcs per bulan," kata Widya saat dikonfirmasi tribunjateng.com lebih lanjut, Minggu (6/2/2022).

Terkait varian produk Keriyes Widya memaparkan, tersedia saat ini rengginang dengan beraneka varian rasa. Ada tiga produk yang ia buat yaitu rengginang ketawa, rengginang biasa, dan rengginang kemasan kecil dengan tujuh varian di antaranya udang, teri nasi, ikan asap, rajungan, dan cumi.

Menurut Widya, disediakannya produk rengginang ini menjadi salah satu pilihan yang menawarkan kekhasan daerah Rembang.

"Rengginang (rengginang teri nasi) ini salah satu khas Rembang. Ini sudah dipasarkan ke toko oleh-oleh, kemudian minimarket seperti Indomaret. Bakal masuk ke Alfamart juga," jelasnya.

Selain rengginang, ada pula produk stik seperti cumi, teri, rumput laut. Juga krispi ikan, krispi udang, dan krispi cumi. Ada pula aneka amplang seperti amplang rumput laut, bandeng, dan tengiri, serta varian abon seperti abon ikan tongkol. Berbagai produk tersebut ia jual bervariasi mulai Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per kemasan.

Untuk membuat beraneka produk tersebut, Widya menuturkan, saat ini dirinya dibantu oleh lima karyawan. Ia menyebutkan, dari usahanya itu ia mampu meraup omset sekitar Rp 10 juta per bulan.

"Saat pandemi ini memang penjualan menurun. Melalui online (daring) juga kurang signifikan karena yang saya amati banyak peminat malah fesyen. Sebenarnya kalau pakai sistem delivery pakai aplikasi banter 'lancar', cuma untuk daerah saya belum ada. Semoga ke depan ada," harapnya. (Idayatul Rohmah)

Baca juga: Kisah Bayi Kembar Asal Desa Tegallinggah Buleleng, Ditinggal Ibu, Ayah Bunuh Diri

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas