Tribun

Korban Keracunan di Pucangsawit Solo Jadi 90 Orang, Dinkes dan Polisi Ambil Sampel Ayam Diduga Basi 

Dinas Kesehatan Kota Solo dan Polresta Solo turun tangan dalam penanganan kasus keracunan massal di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Korban Keracunan di Pucangsawit Solo Jadi 90 Orang, Dinkes dan Polisi Ambil Sampel Ayam Diduga Basi 
Ist
Keracunan ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Dinas Kesehatan Kota Solo dan Polresta Solo turun tangan dalam penanganan kasus keracunan massal di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Mereka telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut, Minggu (1/5/2022).

Itu disampaikan Sekretaris RT 01, Sumarno.

"Sampel setahu saya yang dibawa hanya ayamnya," ucapnya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: 45 Warga Pucangsawit Solo Keracunan Makanan, Salat Id di Masjid At-Tiin Dibatalkan 

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Mobil Kanwil Kemenag Sultra saat ke Lokasi Pantauan Hilal serta Kondisi Korban

Terlebih, Sumarno menerangkan beberapa warga mendapati ayam bakar yang disajikan diduga sudah basi.

"Kemarin ada beberapa cuitan warga mengatakan saat mau makan, (lihat) ayamnya sudah tidak layak dimakan," terang Sumarno.

"Katanya sudah tidak segar, lembek, berkeringat, sudah basi. Tapi, sama warga nekat akhirnya terkapar sakit," tambahnya.

Ayam bakar yang disajikan dalam nasi box tersebut pun dilengkapi sejumlah lauk dan buah, di antaranya semangka.

 "Waktu buka bersama kemarin itu menyajikan teh hangat sama nasi box yang berisi nasi putih, ayam bakar, sama buah semangka," jelas Sumarno.

Baca juga: Kronologi 45 Warga Pucangsawit Solo Keracunan Massal, 2 Meninggal Dunia 

Warga berjalan di depan Masjid At-Tiin Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (2/5/2022).
Warga berjalan di depan Masjid At-Tiin Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (2/5/2022). (TribunSolo.com/Adi Surya)

Nasi box itu dibagikan ke hampir 100 warga yang hadir dalam acara buka bersama tersebut.

Meski demikian, masih ada beberapa box yang tersisa dan kemudian dibagikan ke warga.

Warga kemudian menyantap makanan tersebut.

Beberapa di antara mereka kemudian mengalami gejala keracunan mulai Minggu (1/5/2022) dini hari.

Para pengurus RT dan RW kemudian berkoordinasi di grup WhatsApp dan ditemukan ada banyak warga yang mengalami gejala keracunan. Kurang lebih ada 90 warga.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas