Tribun

Gara-gara Ini, Laporan Pemukulan Oknum Guru Terhadap Siswa di Sumsel Belum Selesai

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kasat Reskrim AKP Regan Kusuma Wardani mengatakan, polisi siap menjadi penengah perkara ini.

Editor: Erik S
zoom-in Gara-gara Ini, Laporan Pemukulan Oknum Guru Terhadap Siswa di Sumsel Belum Selesai
net
(ilustrasi pemukulan) Wali Murid yang melaporkan guru SMAN 1 Pemulutan Selatan Ogan ilir (OI) Sumatera Selatan mencabut laporannya. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG-  Wali Murid yang melaporkan guru SMAN 1 Pemulutan Selatan Ogan ilir (OI) Sumatera Selatan mencabut laporannya.

Oknum guru tersebut sebelumnya dilaporkan karena menampar seorang murid.

Baca juga: Tak Kuat Dapat Tekanan, Ibu Lampiaskan ke Anak Angkat, Aniaya Korban hingga Jarinya Bengkok

Laporan dicabut karena kedua belah pihak memutuskan berdamai setelah proses mediasi, Senin (19/9/2022).

Namun pencabutan laporan polisi itu belum bisa diproses karena polisi meminta wali siswa melengkapi berkas pencabutan laporan.

Salah satunya surat pernyataan dari seluruh wali murid berjumlah 32 orang, yang diketahui oleh pihak SMAN 1 Pemulutan Selatan.

Hari ini, sejumlah wali murid beserta Kepala SMAN 1 Pemulutan Selatan, Masnawati, mendatangi Mapolres Ogan Ilir.

Hadir juga Pengawas Wilayah Ogan Ilir dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan, Candra Dewi.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kasat Reskrim AKP Regan Kusuma Wardani mengatakan, polisi siap menjadi penengah perkara ini.

Baca juga: Oknum Guru Cabuli dan Jadi Mucikari Anak di Bengkulu, Yayasan PUPA: Hukumannya Harus Lebih Berat

Namun kedua belah pihak, baik wali murid maupun pihak sekolah harus memberikan konfirmasi perdamaian secara resmi.

"Informasinya, kedua belah pihak sudah terjalin kesepakatan perdamaian. Namun belum terkonfirmasi kepada penyidik," kata Regan kepada TribunSumsel.com, Kamis (22/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas