VIRAL Akun Twitter Polsek Srandakan Beri Komentar Negatif Terkait Tragedi Kanjuruhan, Diduga Diretas
Akun Twitter milik Polsek Srandakan, Bantul, viral setelah memberikan komentar negatif terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan. Diduga akun diretas.
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
![VIRAL Akun Twitter Polsek Srandakan Beri Komentar Negatif Terkait Tragedi Kanjuruhan, Diduga Diretas](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/viral-akun-twitter-polsek-srandakan-beri-komentar-negatif-terkait-tragedi-kanjuruhan-diduga-diretas.jpg)
"Polsek Srandakan telah membuat laporan polisi dan saat ini dugaan peretasan tersebut telah ditangani oleh tim cyber Polda DIY," kata Jeffry.
Baca juga: Bahas Tragedi di Kanjuruhan, Mahfud MD Rapat dengan Menpora, Kapolri, Panglima TNI, hingga PSSI
Tanggapan Jogja Police Watch
![Viral Akun Twitter Polsek Srandakan Beri Komentar Negatif soal Tragedi Kanjuruhan](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/viral-akun-twitter-polsek-srandakan-beri-komentar-negatif-soal-tragedi-kanjuruhan.jpg)
Komentar akun @polseksrandakan soal tragedi Stadion Kanjuruhan menuai tanggapan masyarakat dari berbagai kalangan.
Termasuk dari Kabid Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba.
Ia secara tegas mengecam jika benar komentar negatif terkait tragedi Stadion Kanjuruhan ditulis oleh admin akun yang dinilai sangat tidak terpuji.
"Komentar tak senonoh tersebut tak layak dilontarkan sebab tak hanya club Aremania FC yang sedang berduka," kata dia, dikutip dari TribunJogja.com.
"Sangat memalukan dan tidak memiliki empati sama sekali."
"Tidak mencerminkan seorang polisi yang Presisi seperti yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo," timpalnya.
Baharuddin menambahkan, pihak kepolisian perlu mengusut masalah ini hingga tuntas.
Sehingga bisa dipastikan apakah komentar tersebut benar ditulis admin akun atau diretas.
Jika nantinya benar, Baharuddin meminta admin harus diberi sanksi yang tegas.
Bahkan, jangan ragu-ragu untuk menjatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) untuk memberikan efek jera.
Selain itu, hukuman yang berat membuat anggota polisi lainnya tidak melakukan hal sama dikemudian hari.
"Hukum berat saja admin Polsek Srandakan Bantul jika benar melakukan pelanggaran," tegasnya.
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunJogja.com/Miftahul Huda)(Kompas.com /Markus Yuwono)