Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dari Kaki Lima Menuju Hotel Berbintang, UKM Mbok Lanjar 'Naik Kelas' Berkat Lapak Ganjar

Berkat Lapak Ganjar, UKM Mbok Lanjar yang memproduksi pisang sale dan kopi Volcano Banana khas Klaten kini naik kelas dari jualan saat CFD.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dari Kaki Lima Menuju Hotel Berbintang, UKM Mbok Lanjar 'Naik Kelas' Berkat Lapak Ganjar
Kolase Tribunnews.com/Sri Juliati
Gerobak kopi milik UKM Mbok Lanjar berada di lobby Novotel Solo Hotel, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Berkat Lapak Ganjar, UKM Mbok Lanjar yang memproduksi pisang sale dan kopi Volcano Banana khas Klaten kini naik kelas dari jualan saat CFD hingga ke hotel berbintang. 

"Setahun kemudian, tahun 2019, saya coba cari tahu, apakah Klaten tidak punya kopi khas?"

"Ternyata ada yaitu di lereng Gunung Merapi, tepatnya Deles Indah dan Sapuangin, Kecamatan Kemalang."

"Hanya saja waktu itu, petani belum bisa menjual hasil kopi panenannya secara maksimal karena dianggap kurang laku," katanya.

Setelah melalui sejumlah proses, Ardi lantas menemukan satu keunikan tersendiri pada kopi jenis arabica hasil perkebunan lereng Gunung Merapi tersebut.

Kopi tersebut memiliki cita rasa dan aroma khas buah pisang.

Dari situlah tercipta ide untuk membuat produk kopi Volcano Banana dan mengembangkannya dengan brand Mbok Lanjar Coffee hingga sekarang.

Misi yang diusung suami Mega Oktavia itu pun sederhana.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan mengambil bahan baku langsung dari petani di lereng Gunung Merapi, ia ingin ikut membantu menyejahterakan petani kopi.

Sekaligus mengenalkan kopi khas Klaten kepada khalayak.

Down karena Pandemi

Tahun 2019 menjadi satu tahun yang paling berkesan untuk Ardi. Sebab di tahun ini, ia mulai menuai hasil atas usaha makanan lokal inovatif yang dilakoninya.

Kemudian datanglah 2020 yang menjadi tahun tersuram bagi sejumlah kalangan, terlebih bagi para pelaku usaha kecil menengah.

Pagebluk Covid-19 membuat roda perekonomian sulit berputar. Begitu juga dengan usaha Ardi.

Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan membuat usahanya mati suri.

"Kami nggak boleh menerima tamu untuk makan, minum, sehingga hanya bisa melayani pesanan take away."

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas