Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sungai Cimadur di Lebak Meluap, Jembatan Penghubung Desa Ambruk

Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik mengatakan jembatan itu merupakan satu-satunya akses

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Sungai Cimadur di Lebak Meluap, Jembatan Penghubung Desa Ambruk
dokumentasi warga via TribunBanten.com/Nurandi
Jembatan penghubung Desa Bayah Timur dan Desa Cimancak, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, ambruk total akibat banjir Selasa (11/10/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK -  Jembatan penghubung Desa Bayah Timur dan Desa Cimancak, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, ambruk total akibat banjir Selasa (11/10/2022).

Jembatan tersebut berada di Sungai Cimadu.

Baca juga: Heru Budi Hartono Disebut Punya 2 Pekerjaan Rumah: Atasi Banjir dan Jaringan Air Bersih

Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik mengatakan jembatan itu merupakan satu-satunya akses masyarakat.

"Saat ini jembatan dari rangka baja hanyut terbawa derasnya luapan Sungai Cimadur," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Selasa.

Menurut dia, Sungai Cimadur kembali meluap setelah hujan deras mulai sekitar pukul 14.20 WIB.

Lili Suhaeli, warga Kecamatan Bayah, mengatakan jembatan itu ambruk total dan tidak bisa dilalui.

"Tadi hujan deras, Sungai Cimadur meluap lagi. Kiriman air dari hulu," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Warga Desa Cimancak tidak bisa mengakses jembatan.

Baca juga: Hampir 40.000 orang mengungsi karena banjir, seluruh wilayah Indonesia waspada curah hujan tinggi

"Saat ini ribuan warga terisolasi, tidak bisa ke mana-mana, badan jalannya rusak total," ujarnya.

Lili bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sebelumnya, hujan pada Minggu (9/10/2022) malam, membuat lima kecamatan di Kabupaten Lebak, banjir.

Bencana banjir itu disinyalir karena meluapnya Sungai Cibareno, Sungai Cisiih, Sungai Cimadur, Sungai Cicantra, Sungai Peucang Pari dan Sungai Cibadak.

"Banjir kemarin ada lima kecamatan. Kecamatan Bayah, Cibeber, Panggarangan, Cilograng dan Cigemblong. Tapi kondisi terakhir sudah surut semua," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana melalui telepon seluler, Senin (10/10/2022).

Baca juga: Heru Budi Hartono Jadi PJ Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Langsung Beri Tugas Urus Macet dan Banjir

Dia mengungkapkan bencana banjir itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun ratusan rumah dari lima kecamatan itu tergenang air.

"Rusak tidak ada, adanya yang terdampak saja. Rumah terendam sebanyak 210 rumah di 5 kecamatan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas