Tribun

Gempa Berpusat di Cianjur

Korban Gempa Cianjur Keluhkan Bantuan Pakaian Bekas Pakai dan Mi Instan, Ini Penyebabnya

Pengungsi korban gempa Cianjur di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, meminta agar para relawan tak lagi menyalurkan bantuan berupa baju bekas pakai.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Korban Gempa Cianjur Keluhkan Bantuan Pakaian Bekas Pakai dan Mi Instan, Ini Penyebabnya
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Kondisi pengungsian di kawasan Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat pasca-enam hari gempa berkekuatan 5,6 SR melanda Cianjur, Minggu (27/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR -  Sembilan hari sejak gempa yang melanda Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu membuat masih banyak warga yang memilih tinggal di lokasi pengungsian.

Hal ini disebabkan karena warga korban gempa masih khawatir gempa susulan selain karena banyak dari rumah mereka rusak akibat gempa.

Di lokasi pengungsian, mereka mendapatkan bantuan dari donatur.

Bantuan itu antara lain pakaian bekas pakai maupun makanan yang umumnya mi instan.

Keluhkan pakaian bekas pakai

Pengungsi korban gempa Cianjur di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, meminta agar para relawan tak lagi menyalurkan bantuan berupa baju bekas pakai.

Pasalnya baju bekas yang diterima para relawan ini berukuran kecil dan banyak yang sudah sobek serta bolong.

Baca juga: Maling Berkeliaran Pasca Gempa, Warga Cianjur Memilih Tinggal di Dekat Rumah

Hal ini diungkapkan Yani Mulyani, warga Desa Cibeurem yang mengungsi di area pemakaman umum bersama 86 warga lainnya.

"Bantuan baju bekas banyak yang gak kepakai. Karena ukurannya kecil, bahkan robek sama bolong," ungkap Yani ditemui TribunJakarta, Selasa (29/11/2022).

Alhasil bantuan baju bekas tersebut malah menumpuk tak terpakai hingga saat ini.

"Jadi justru malah numpuk. Akhirnya ditaruh di satu rumah itu isinya baju bekas semua," tuturnya.

Yani dan pengungsi lainnya berharap, bantuan baju bekas yang dikirimkan adalah yang masih layak pakai

"Kecuali yang masih layak pakai ya, atau yang baru ya buat balita dan dewasa, bukan yang sobek," bebernya.

 Yani mengatakan terkini hal yang paling dibutuhkan pengungsi adalah alas tidur.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas