Tribun

Helikopter Polri Jatuh di Belitung

Warga Desa Pulau Buku Limau Sempat Melihat 2 Helikopter Terbang Rendah dan Tak Dengar Suara Ledakan

Helikopter itu mengarah ke Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur dan satu menuju arah daratan Manggar, Belitung Timur

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Warga Desa Pulau Buku Limau Sempat Melihat 2 Helikopter Terbang Rendah dan Tak Dengar Suara Ledakan
Kolase Tribunnews.com (PosBelitung.co-BasarnasBelitung)
Evakuasi jenazah korban Helikopter NBO-106/P-1103 yang jatuh di peraian Belitung Timur atas nama Bripka Joko Mudo di Pelabuhan ASDP Manggar, Rabu (30/11/2022) dini hari-Helikopter biru putih yang hilang kontak di perairan Buku Limau, Manggar. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Disa Aryandi 

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Helikopter NBO 105 nomor register P-1103 hilang di perairan Belitung Timur pada Minggu (27/11/2022) dalam penerbangan dari Palangkaraya tujuan Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan.

Saat berada atas perairan Desa Pulau Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur, warga desa melihat keberadaan helikopter tersebut.

Saat itu ada dua helikopter yang terbang di atas perairan Pulau Buku Limau.

Warga setempat mengaku mendengar dan melihat helikopter tersebut terbang di atas desanya, terutama anak-anak yang sedang bermain di dermaga atau pelabuhan Pulau Buku Limau.

Dari dua helikopter itu satu diantaranya terbang sangat rendah.

Baca juga: 9 Hari Pencarian, Kapten Pilot Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Belum Ditemukan

Helikopter itu mengarah ke Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur sedangkan satu helikopter lagi terbang di atas helikopter yang terbang sangat rendah tersebut menuju ke arah daratan Manggar, Belitung Timur.

"Itu sekitar jam dua lewatlah.

Rata-rata warga di sini melihat, terutama anak-anak yang sedang bermain di dermaga," kata Sekretaris Desa Pulau Buku Limau, Muhammad Agung kepada Posbelitung.co, Selasa (6/12/2022).

Setelah melihat helikopter seluruh warga masuk ke dalam rumah dan anak-anak yang semula berada di dermaga langsung pulang ke rumah masing-masing.

Ini disebabkan cuaca saat itu sangat ekstrem, awan gelap, disertai angin kencang dan petir hingga geledek.

 "Karena warga masuk ke rumah tadilah jadi tidak ada yang melihat dimana jatuh nya.

Kalau ada warga yang tidak masuk kerumah mungkin ada yang melihat (posisi jatuhnya), tapi karena cuaca buruk tadi, jadi semua masuk kerumah," ucapnya.

Tidak ada mendengar suara apapun, seperti ledakan ataupun suara dentuman kencang.

"Ya tiba-tiba sore hampir magrib baru warga dapat informasi ada helikopter yang hilang," katanya.

Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co dengan judul Warga Pulau Buku Limau Melihat Dua Helikopter, Salah Satu Heli Terbang Sangat Rendah

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas