Pasar Gedhe Klaten jadi Pasar Semi Modern, Ini Pesan Bupati Sri Mulyani untuk Para Pedagang
Bupati Klaten, Sri Mulyani ajak pedagang jaga kebersihan pasar dan fasilitas Pasar Gedhe.
Editor: Garudea Prabawati
Menurutnya pasar itu identik atau bahkan bisa dikatakan sebagai gudangnya penghasil sampah.
"(Sehingga) mereka harus menjaga agar kondisi pasar yang penting jangan bersih dari pembeli, tapi bersih dari sampah," tegasnya.
"Dengan mereka punya rasa memiliki, maka mereka akan memelihara sehingga keberlanjutan pasar ini akan panjang dan awet apike (bagusnya)," tambahnya.
"Terlebih nanti terasa sakit juga akan segera beroperasi, sehingga harus menjaga kualitas ditambah kewajiban-kewajiban yang ada harus dilakukan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten, Anang Widjatmoko mengatakan jika sosialisasi itu untuk memperkenalkan lingkungan pasar yang baru kepada para pedagang.
“Saat ini kami mengundang kurang lebih 600 pedagang ke Pasar Gedhe ini.
"Ini kami lakukan dalam rangka sosialisasi pemindahan Pasar Darurat ke Pasar Gedhe yang baru.
"Patut kita banggakan karena Pasar Gedhe yang kita ini merupakan pasar pertama di Kabupaten Klaten yang menggunakan energi terbarukan yaitu tenaga pembangkit listrik tenaga surya,” ujar Anang.
Lebih lanjut, Anang memaparkan bahwa Pasar Gedhe Klaten dibagi menjadi empat zona.
Nantinya keempat zona tersebut akan diperuntukkan untuk berbagai kluster yang berbeda.
Dirinya menambahkan pedagang yang dapat masuk di pasar gedhe adalah pedagang yang memiliki ijin dagang dan kartu pedagang.
"Ada zona a sebagai zona utama, zona b sebagai zona sekunder, serta zona c dan d nantinya akan ditempati oleh pedagang semula."
"Pasar ini sudah dibuat senyaman mungkin untuk pengunjung, sehingga kami harapkan para pedagang dan pengunjung dapat memanfaatkan dengan baik dan jaga kebersihannya,” jelasnya.
(TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)