Usai Viral Emak-Emak Gerebek Basecamp Narkoba, Kasat Resnarkoba Polresta Jambi Dimutasi
Kasat Resnarkoba Polres Jambi dimutasi usai viral emak-emak menggerebek basecamp narkoba di lokalisasi Payo Sigadung, Jambi beberapa waktu lalu.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Kasat Resnarkoba Polresta Jambi, Kompol Niko Darutama, dimutasi ke Polda Jambi usai viral video emak-emak yang menggerebek basecamp pengguna narkoba di Payo Sigadung, Kota Jambi, Jambi, beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Tribun Jambi, mutasi terhadap Kompol Niko tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jambi, Nomor: ST/867/VII/KEP./2023 tertanggal 25 Juli 2023 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polda Jambi.
Dalam Surat Telegram tersebut, Kompol Niko menjadi salah satu dari tiga perwira yang turut dimutasi.
"Benar, ada mutasi jabatan beberapa perwira menengah (pamen) di jajaran Polda Jambi," ujar Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Mulia Prianto, rabu (26/7/2023).
Mulia mengatakan Surat Telegram Kapolda Jambi tersebut sudah ditandatangani oleh Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Maulana Hamdan.
Kendati demikian, Mulia tidak menjelaskan apakah mutasi terhadap Niko ada kaitannya dengan viralnya emak-emak menggerebek basecamp narkoba tersebut.
Baca juga: VIDEO Aksi Nekat Emak-emak di Jambi Gerebek Sarang Narkoba: Kesal Karena Polisi Tak Bertindak?
Ia hanya mengatakan mutasi yang dilakukan dalam rangka penyegaran di institusi Polda Jambi.
"Dalam rangka penyegaran sesuai kebutuhan organisasi dan juga pembinaan karier serta menambah wawasan dan pengalaman bagi setiap personel Polri,"jelasnya.
Polisi Klaim Basecamp Narkoba yang Digerebek Emak-emak Sudah Jadi Target Operasi
Sebelumnya, Kapolresta Jambi, Kombes Eko Wahyudi, menyebutkan basecamp narkoba yang digerebek emak-emak di Payo Sigadung sudah menjadi target operasi (TO).
Masih dikutip dari Tribun Jambi, Eko mengatakan ada satu lokasi lain yang juga menjadi target operasi terkait narkoba.
Bahkan, katanya, dua lokasi yang dimaksud berada di dalam lokalisasi Payo Sigadung.
"Jadi ada dua target operasi (basecamp) di sana. Awalnya yang menangkap enam orang."
"Jaraknya 400 meter antara TKP pertama dan TKP kedua ini," ujar Eko Wahyudi, Senin, (24/7/2023).
Baca juga: Kapolresta Jambi Jelaskan Kronologi Viral Emak-emak Gerebek Rumah Sabu, Polisi Duluan Amankan 6 Pria
Adapun enam orang itu di antaranya, LC, RH, AO, BP, MB, dan MB. Polisi turut mengamankan satu paket kecil sabu, alat isap, dan pirek.
Eko menjelaskan, saat mereka dibawa ke Polresta Jambi untuk dilakukan pengembangan, tiba-tiba warga menggeruduk basecamp yang tidak disentuh polisi.
Hal ini disinyalir karena ada istri dari salah satu enam tersangka yang diamankan sebelumnya yang tidak terima suaminya ditangkap.
"Mereka enam orang ini dibawa ke Polresta Jambi, untuk dilakukan pengembangan."
"Saat tim mau mendatangi TKP kedua, saat di tengah jalan mendapat informasi emak-emak di RT 5 Rawasari ini sudah mendatangi salah rumah yang disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba," jelasnya.
Dia menambahkan, setelah mendapat informasi itu, tim dari Satresnarkoba Polresta Jambi datang ke lokasi basecamp yang digerebek emak-emak.
"Pada ibu-ibu mendatangi TKP, ada anggota kita yang kebetulan rumahnya dekat sana," ujarnya.
Baca juga: Emak-emak Gerebek Markas Narkoba di Jambi: Sudah 1 Tahun Beroperasi, Kesal Polisi Tak Ambil Tindakan
Dari lokasi basecamp yang digerebek emak-emak ada satu orang yang diamankan berinisial A, beserta alat isap sabu dan uang tunai 25 juta rupiah.
"Di lokasi emak-emak ini, barang bukti sabunya tidak ada."
"Satu orang yang diamankan ini tetangga yang lokasinya bersebelahan dengan basecamp," terangnya.
Terkait uang tunai itu, polisi masih menyelidiki uang tersebut.
Sementara, polisi akan menyelidiki lebih lanjut pemasok narkoba di kawasan tersebut.
"Tentu ini akan kita kembangkan dan selidiki lebih lanjut," tuturnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Jambi/Rifani Halim/Deddy Rachmawan)