Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sudah 6 Hari 8 Penambang Emas Masih Terjebak di dalam Lubang, 4 Kendala Tim Basarnas Evakuasi Korban

Tim Basarnas Cilacap melakukan berbagai upaya termasuk mengalihkan air dari aliran sungai agar tidak kembali membanjiri galian tambang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Sudah 6 Hari 8 Penambang Emas Masih Terjebak di dalam Lubang, 4 Kendala Tim Basarnas Evakuasi Korban
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Upaya evakuasi delapan orang penambang emas yang terjebak di dalam Tambang Emas Rakyat, di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Rabu (26/7/2023). Berikut beberapa kendala tim Basarnas dalam upaya evakuasi korban. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senin (31/7/2023) hari ini sudah enam hari sebanyak 8 penambang emas terjebak di lubang galian di Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Namun ke delapan penambang tersebut belum juga berhasil dievakuasi dari dalam lubang.

Sejumlah kendala dialami tim Basarnas Cilacap dalam upaya evakuasi 8 korban tersebut.

Berikut beberapa kendala tim Basarnas seperti diungkap Kasi Operasi Basarnas Cilacap, Priyo Prayuda Utama.

Baca juga: Identitas 8 Penambang yang Terjebak di Tambang Emas Banyumas, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Masuknya Debit Air dari Aliran Sungai Hambat Proses Evakuasi

Kasi Operasi Basarnas Cilacap, Priyo Prayuda Utama mengatakan pihaknya hingga kini masih terus mengoptimalkan upaya evakuasi terhadap para korban.

"Sampai hari ini kami masih terus berusaha untuk mengevakuasi korban yang terjebak di sumur galian tambang," kata Priyo, dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (31/7/2023).

Kendati demikian, dalam prosesnya, pihaknya selalu menemukan kendala masuknya debit air dari aliran sungai di sekitar area tambang tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Tim Basarnas Cilacap melakukan berbagai upaya termasuk mengalihkan air dari aliran sungai agar tidak kembali membanjiri galian tambang.

"Namun memang kendala-kendala yang selalu kami temukan yaitu besarnya debit air yang masuk. Kami sudah berusaha untuk membendung aliran sungai yang mengaliri sekitar tambang, mulai dari hulu sungainya kita alihkan airnya," jelas Priyo.

Selain itu, terdapat pula pompa sedot air yang dioptimalkan penggunaannya hingga 24 jam nonstop.

Pompa-pompa ini diletakkan di sekitar area galian tambang untuk menyedot air yang membanjiri lokasi pengevakuasian.

Baca juga: Ketua Komisi VII DPR Pastikan Evakuasi 8 Penambang Emas di Banyumas Lancar, Warga Gelar Ritual

"Dan pompa sedot air pun kita hidupkan 24 jam nonstop di setiap sumur yang ada di sekitar galian tambang," papar Priyo.

Mirisnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal karena volume air pun tidak turun secara signifikan.

"Sampai saat ini penurunan air tersebut tidak signifikan," tutur Priyo.

Meskipun volume air tersebut tidak turun secara signifikan, namun pihaknya terus mengupayakan optimalisasi pompa, dengan mengerahkan pompa yang dapat menyedot volume air yang lebih besar.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas