Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Regional: Sosok Pembunuh Dosen UIN Surakarta - Hasil Tes DNA Bayi Tertukar di Bogor

Berikut berita populer regional mulai terungkapnya sosok pembunuh dosen UIN Surakarta hingga hasil tes DNA bayi tertukar di Bogor.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Populer Regional: Sosok Pembunuh Dosen UIN Surakarta - Hasil Tes DNA Bayi Tertukar di Bogor
Kolase Tribunnews.com
Berikut berita populer regional mulai terungkapnya sosok pembunuh dosen UIN Surakarta hingga hasil tes DNA bayi tertukar di Bogor. 

Wanita bersarung terlihat berteriak "Sayang, sayang sudah," sambil menangis.

Pada video juga terlihat seorang pria lain yang diduga menjadi selingkuhan si wanita.

Pria berkaos merah terlihat berteriak "kau ngapa disini ?"

Wanita itu kembali menjawab "sayang sudah sayang".

Terlihat dari video tersebut laki-laki berbaju merah dengan nada yang cukup keras mengatakan "kau ngapa disini ?, Kau bukan bini aku lagi"

"Kau dak malu kau,' ucap pria dalam video.

Menurut info yang beredar video suami yang memergoki istri yang diduga sedang selingkuh tersebut terjadi di jalan Barito Kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca selengkapnya.

3. Akses Jalan Ditutup Tembok Tinggi oleh Tetangga, Pemilik Indekos Kebingungan untuk Keluar Rumah

Indekos di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tepat di depan pintu keluar masuk ditembok tetangganya.
Indekos di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tepat di depan pintu keluar masuk ditembok tetangganya. (Tribun Jabar/ Lutfi AM)

Pemilik indekos di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dibuat jengkel oleh tingkah tetangganya.

Akses jalan atau gang menuju indekos tersebut ditutup oleh tembok tinggi.

Sehingga tak ada akses untuk menuju kosan tersebut.

Pemilik indekos tersebut, sampai melayangkan gugatan ke pengadilan terhadap kejadian itu. Hingga putusannya, benteng dan gerbang harus dirobohkan.

Walau demikian tetangga pemilik kos tersebut tak menghiraukan putusan pengadilan, benteng masih berdiri dan gerbang masih dikuasainya.

Kini akses keluar masuk kosan tersebut, melalui belakang atau dapur, dan melewati kosan yang ada di belakangnya.

Untungnya pemilik kosan yang ada di belakang kosan yang pintunya dibenteng, baik hati membolehkan dan memberi akses untuk keluar masuk.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas