Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Akui Slamet & Istri Kerap Cekcok, Tapi Ini Paling Parah hingga Istrinya Tewas Dihantam Palu

Pasangan suami istri (pasutri) EO dan Slamet disebut memang kerap cekcok hingga berakhir dengan penganiayaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Keluarga Akui Slamet & Istri Kerap Cekcok, Tapi Ini Paling Parah hingga Istrinya Tewas Dihantam Palu
Web
Ilustrasi - EO (31), warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tewas di tangan suaminya, Slamet Singgih alias SS (32). Slamet tega membunuh sang istri menggunakan palu atau martil. 

TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - EO (31), warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tewas di tangan suaminya, Slamet Singgih alias SS (32).

Sempat mendapatkan penanganan di RS Pelita Anugerah Mranggen, namun nyawa korban tak tertolong.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Demak Tewas Mengenaskan Dianiaya Suami, Palu Berlumuran Darah Jadi Barang Bukti

Korban meninggal dunia karena menderita luka berat di bagian kepala dan wajah, usai dianiaya menggunakan palu (martil) oleh suaminya.

Pasangan suami istri (pasutri) ini menurut keluarga korban dan tetangga sekitar, memang kerap cekcok hingga berakhir dengan penganiayaan.

Bahkan sudah sering dilerai warga hingga diminta membuat surat pernyataan.

Namun peristiwa ini adalah yang paling parah hingga membuat EO meregang nyawa.

"Sering cekcok, tapi ini yang paling parah. Sebelumnya pelaku sudah buat surat pernyataan tidak akan mengulangi, tapi malah ini diulangi lagi, bahkan sampai membunuh," kata Yatimah, bibi korban saat pemakaman korban EO.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal senada juga diungkapkan Galih Purnomo, tetangga korban.

Baca juga: Tetangga Bongkar Tabiat Nando, Suami Bunuh Istri di Bekasi: Lebih Sering di Rumah

Galih mengatakan pasangan suami istri tersebut sudah beberapa kali bertengkar.

"Ini sudah berulang kali. Kira-kira empat kali, dan ini yang paling parah," imbuh Galih.

Galih mengatakan saat kejadian, dirinya mendengar teriakan korban dan beberapa kali suara benturan.

"Saya pas di depan rumah, dengar korban teriak teriak, 'tulung ojo pateni' (tolong jangan bunuh).
Kemudian saya masuk ke rumah korban, melihat pelaku bawa palu berlumuran darah," kata Galih kepada Tribunjateng, Kamis (9/11/2023).

EO (31), warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tewas di tangan suaminya, SS (32). Korban meninggal dunia dengan luka berat di bagian kepala dan wajah, usai dianiaya menggunakan palu oleh suaminya. Foto anggota Polsek Mranggen Kabupaten Demak melaksanakan olah TKP di Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
EO (31), warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tewas di tangan suaminya, SS (32). Korban meninggal dunia dengan luka berat di bagian kepala dan wajah, usai dianiaya menggunakan palu oleh suaminya. Foto anggota Polsek Mranggen Kabupaten Demak melaksanakan olah TKP di Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. (TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA)

Mendengar teriakan tersebut, warga setempat langsung mendatangi rumah korban.

"Saya keluar minta tolong. Pas warga datang, pelaku berusaha kabur naik sepeda motor. Ditangkap warga saat mau kabur," ujarnya.

Kapolsek Mranggen, AKP Margono mengatakan, saat ini kasus pembunuhan tersebut ditarik ke Unit PPA Polres Demak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas