Kerja Keras Bebas Cemas, BPJS Ketenagakerjaan Bikin Pelaku UMKM Brownies Telo Bisa Senyum Manis
House of telo ini memproduksi aneka kue olahan berbahan baku singkong dan ketela. Produk utamanya Brownies Telo n'Dukun yang dari singkong.
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dimulai saat pengambilan bahan baku singkong di sawah berisiko terkena cangkul atau terkilir saat mengangkut singkong. Bahkan saat pengantaran, risiko kecelakaan juga menghantui di jalan.
Dwi juga belajar dari pengalaman yang didapat tetangganya ketika mengalami musibah.
"Waktu itu tetanggaku kecelakaan di sawah, terus sampai patah tulang. Ternyata program jaminan yang diikuti tidak bisa nanggung karena kan itu posisinya dalam kondisi kerja. Belajar dari kasus itu maka saya mendaftarkan karyawan saya ini ke BPJS Ketenagakerjaan yang bisa menjamin ketika ada kecelakaan kerja," tutur Dwi.
Ia memilih BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan lantaran biaya cukup efektif bagi pelaku usaha UMKM seperti dirinya.
Langkah yang dilakukan Dwi ini mendapat respon positif dari para karyawannya. Seperti yang dikatakan Yuni, karyawan di bagian produksi, kini ia bisa lebih semangat dan tak cemas dalam bekerja.
"Ya senang, bisa lebih tenang untuk kerja. Kerjanya bisa lebih fokus jadi pikiran nggak kemana-mana," ujarnya.
Oni Marbun, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, pihaknya saat ini memang tengah gencar melakukan edukasi soal pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan ke masyarakat.
Selama ini mungkin masyarakat mengira hanya pekerja formal saya atau pekerja kantoran yang bisa mengakses jaminan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, padahal tidak begitu.
Baik masyarakat di desa maupun perkotaan, saat ini bisa ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan, apapun pekerjaannya.
"Semua pekerja Indonesia dapat terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Baik pekerja kantoran atau non kantoran, baik petani, nelayan, pedagang, UMKM, semua pekerja rentan itu semua bisa dilindungi," kata Oni Marbun dalam Podcast Jamsostalks.
"Pekerja kantoran dapat mengikuti lima program. Untuk pekerja non kantoran atau bukan penerima upah dapat mengikuti tiga program, jaminan kecelakaan kerja atau JKK, Jaminan kematian atau JKM, dan jaminan hari tua atau JHT," jelasnya.
(Tribunnews.com/Tio)
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of
Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.