Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sudah 3 Hari, Penumpang KM Kelud yang Terjun ke Laut Tak Diketahui Keberadaannya

Penumpang asal Batam berusia 23 tahun itu saat kejadian terjun dari dek 7 luar kapal ke laut sekira pukul 06.30 WIB.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Sudah 3 Hari, Penumpang KM Kelud yang Terjun ke Laut Tak Diketahui Keberadaannya
Kemenhub
Ilustrasi - HRH (23), penumpang KM Kelud yang terjun dari atas kapal pada Sabtu (17/2/2024) lalu hingga kini belum diketahui keberadaannya. 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - HRH (23), penumpang KM Kelud yang terjun dari atas kapal pada Sabtu (17/2/2024) lalu hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Penumpang asal Batam berusia 23 tahun itu saat kejadian terjun dari dek 7 luar kapal ke laut sekira pukul 06.30 WIB.

Aksinya diketahui setelah seorang ABK KM Kelud, petugas keamanan kapal melihat barang-barang seperti sepatu dan handphone tanpa pemilik di dekat railing tangga Dek 7 luar.

Dia pun menindaklanjuti temuan barang itu dengan mengecek CCTV.

Baca juga: ASDP Catat Penumpang Kapal Ferry Capai 45,6 Juta Sepanjang 2023

Dalam rekaman CCTV, ia dikagetkan melihat aksi pria loncat dari atas kapal.

Mengetahui kejadian itu KM Kelud yang dinakhodai Capt Abdul Gaffar langsung memerintahkan pencarian dengan kembali ke titik koordinat yang diperkirakan menjadi titik lompat penumpang itu.

Seluruh penumpang kapal KM Kelud pun heboh.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka turut mencari korban yang lompat dari atas kapal dengan melihat perairan saat kapal putar balik ke titik koordinat pria itu terjun.

Selain operasi pencarian yang dilakukan kapal KM Kelud, pihak kapal juga meneruskan kejadian ke Basarnas dan Radio Pantai Jakarta.

Setelah beberapa jam dilakukan pencarian di area titik kejadian, pihak kapal tidak dapat menemukan penumpang tersebut.

Lalu kapal pun melanjutkan perjalanan ke Batam.

Akibat kejadian itu, pria yang diketahui berinisial HRH hingga kini tak ditemukan.

Baca juga: Kapal Penjaga Pantai China Kembali Berulah di Laut China Selatan, Bikin Filipina Sewot

Tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di titik perairan korban melompat.

Kepala Pelni cabang Batam, M Iqbal mengungkap sederet fakta kejadian itu.

"Iya, kejadiannya pada tanggal 17 kemarin. Saat itu kapal bertolak dari Priok menuju Batam di perairan Laut Jawa. Saat ini tim SAR sedang melakukan pencarian korban," ujar M Iqbal kepada Tribun, Selasa (20/2/2024).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas