Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Fakta Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Bom Ikan, Anak Nyaris Jadi Korban

Ketua KPPS di Pamekasan yang mendapat teror mengaku proses penghitungan suara di TPS berjalan kondusif. Rumahnya dilempar bom orang tak dikenal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fakta Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Bom Ikan, Anak Nyaris Jadi Korban
Istimewa
Suasana saat tim penjinak bom Gegana Polda Jatim saat olah TKP di Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Kota Pamekasan yang rusak parah akibat ledakan yang diduga bom, Senin (19/2/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Pelaku pelemparan bom ke rumah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pamekasan, Jawa Timur masih buron.

Ketua KPPS yang bertugas di TPS 06 Dusun Timur, Desa Nyalabu Daja, Kecamatan Pamekasan mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK) pada Senin (19/2/2024) sekira pukul 03.45 WIB.

Pemilik rumah, Kusyairi (53) mengaku tidak ada masalah dan konflik ketika bertugas di hari pencoblosan hingga proses penghitungan suara.

Di TPS tempatnya bertugas, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat perolehan suara tertinggi yakni 173 suara.

Kemudian disusul pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 61 suara.

Sementara pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat suara paling sedikit yakni 28 suara.

Untuk presentase suara calon legislatif (caleg), Kusyairi mengaku tidak hafal.

Rekomendasi Untuk Anda

Kusyairi menyatakan motif pelaku melempar bom ke rumahnya tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2024.

"Kalau caleg saya tidak hafal perolehan suaranya," paparnya, Selasa (20/2/2024), dikutip dari Surya.co.id.

Jarak rumahnya dengan TPS sekitar 300 meter.

Menurut Kusyairi, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara tertinggi di sejumlah TPS di Desa Nyalabu.

Baca juga: Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Diteror Ledakan, Kapolda: Sudah Kami Identifikasi

"Hasilnya antara Prabowo dengan Anies agak tipis di seluruh Desa Nyalabuh Daya ini," ucapnya.

Saat proses penghitungan suara, tidak ada aksi protes dari pendukung capres maupun pendukung caleg.

"Aman-aman saja. Hanya malam Senin itu saya dapat undangan mantenan di Hotel Cahaya Berlian. Saya tidak bisa berkumpul malam itu dengan teman-teman," tuturnya.

Selama masa Pemilu 2024, dirinya sering berkeliling ke sejumlah desa untuk menjalankan tugas sebagai Ketua KPPS.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas