Mahasiswi PPDS Undip Meninggal Dunia, IDI Jateng: Sekolah Spesialis Itu Tekanannya Luar Biasa
IDI Jawa Tengah buka suara soal meninggalnya mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).
Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Suci BangunDS
Mereka mendapat intimidasi dari para seniornya berupa pelarangan para junior untuk berbicara mengenai mahasiswi yang diduga bunuh diri karena perundungan yang dilakukan senior.
Mengutip Kompas.com, informasi tersebut ia dapatkan ketika pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari para junior peserta didik Anestesi.
Karena adanya intimidasi tersebut, pihaknya pun langsung menutup sementara kegiatan PPDS Anestisi agar penyelidikan berlangsung cepat.
"Itu sebabnya kita berhentikan sementara,"
"Supaya penyelidikan ini bisa dilakukan dengan cepat bersih dan transparan bebas dari intimidasi yang sekarang terjadi," ujar Budi.
Ia menuturkan, pihaknya tak berencana menutup selamanya PPDS Anestesi Undip.
Baca juga: Fakta Buku Catatan Dokter Aulia yang Ditemukan di Kos, Diduga Alami Perundungan dan Kerja Overtime
Penutupan tersebut, dilakukan hanya untuk menciptakan situasi yang nyaman agar para junior berani berbicara bebas tanpa takut diancam oleh seniornya.
Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk menindaklanjuti kasus ini.
Koordinasi ini juga dilakukan supaya praktik perundungan di lingkungan pendidikan tak kembali terjadi.
"Kita berdua ingin benar-benar membereskan dan menghilangkan praktik bullying ini selama-lamanya karena ini tidak baik,"
"Bahkan korban jiwa tidak hanya hari ini saja biasanya ditutup-tutupi, baru kali ini saja ini terbuka,"
"Dan kita akan beresin ini secepat mungkin," imbuh dia.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul IDI Jateng Tak Berani Menjawab Soal Jam Kerja Dokter PPDS Undip yang Over
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJateng.com, Rahdyan Trijoko Pamungkas)(Kompas.com, Achmad Nasrudin Yahya)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.