Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kompolnas: Polisi Tembak Pelajar di Semarang Jadi Peringatan Serius Terkait Penggunaan Senpi

Kompolnas menyoroti pentingnya pengendalian senjata api dan penerapan pendekatan humanis yang harus dilakukan kepolisian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kompolnas: Polisi Tembak Pelajar di Semarang Jadi Peringatan Serius Terkait Penggunaan Senpi
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Bendera kuning di gang masuk rumah korban di Kembangarum, Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (25/11/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Choirul Anam, menilai kasus penembakan siswa SMKN 4 Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi peringatan serius.

Kompolnas menyoroti pentingnya pengendalian senjata api dan penerapan pendekatan humanis yang harus dilakukan kepolisian.

Ia menuturkan, insiden ini jadi peringatan serius bagi institusi kepolisian untuk memperketat prosedur penggunaan senjata dan mengedepankan langkah preventif dalam menangani konflik sosial, khususnya di kalangan remaja.

"Pengendalian penggunaan senjata harus ketat, baik dari aspek psikologi personel maupun administrasi."

"Ini mencakup prosedur kapan senjata bisa dibawa dan digunakan."

"Jika langkah ini diterapkan, angka kekerasan dan pelanggaran SOP di internal kepolisian bisa diminimalkan," ujar Anam kepada Kompas.com, Rabu (27/11/2024).

Selain pengendalian senjata, Kompolnas juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis.

Rekomendasi Untuk Anda

Kolaborasi dengan pihak sekolah hingga RT RW bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

"Kolaborasi dengan lingkungan sosial sangat penting."

"Pendekatan humanis adalah kunci untuk menyelesaikan konflik di kalangan remaja. Kekerasan bukanlah solusi," tegas Anam.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut memberikan atensi pada kasus penembakan yang dilakukan oleh Aipda RZ (38), anggota Satres Narkoba Polres Semarang.

Baca juga: Ada Info Polisi Penembak Siswa SMK di Semarang di Bawah Pengaruh Miras, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Diketahui, dari penembakan tersebut satu orang siswa SMKN 4 Semarang, GRO (17), meninggal dunia karena luka tembak di tangan dan dada.

Penembakan ini terjadi di Jl Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24/11/2024) dini hari.

Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro pun meminta polisi untuk memastikan penanganan dilakukan secara humanis.

"Kami meminta polisi khususnya Polrestabes Semarang agar memastikan penanganan tawuran dilakukan secara humanis," ujarnya, Rabu, dikutip dari TribunJateng.com.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas