Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penangkapan Pemuda Begal Anggota TNI: Terungkap Anak Polisi

Seorang pemuda ditangkap setelah membegal tentara di depan markas TNI. Ternyata, ia anak polisi!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penangkapan Pemuda Begal Anggota TNI: Terungkap Anak Polisi
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gumanti Hutabarat sedang mengintrogasi Arka Satria Sitepu, pelaku begal anggota TNI AD di depan Markas Kodam I/Bukit Barisan, Selasa (3/12/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda berinisial ASS alias Atok ditangkap setelah melakukan aksi begal terhadap seorang prajurit TNI, Sertu Marsono, di depan Markas TNI Kodam I Bukit Barisan, Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (26/11/2024) sekira pukul 04.00 WIB.

Sertu Marsono, yang sedang dalam perjalanan menuju markas, dipepet oleh enam pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Para pelaku menendang Marsono hingga terjatuh dan mengancamnya dengan senjata tajam.

"Ketika melintas, korban dipepet oleh para pelaku yang terdiri dari beberapa orang dengan menendang korban sehingga terjatuh," kata Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gumanti di Mapolsek Sunggal, Selasa (3/12/2024).

Dalam situasi tersebut, Marsono memilih melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Honda Beat miliknya, yang kemudian dibawa kabur oleh para pelaku.

Setelah kejadian, Sertu Marsono segera melapor ke pihak kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gumanti, menjelaskan polisi berhasil mengidentifikasi Atok sebagai salah satu pelaku.

Atok ditangkap di Jalan Pembangunan, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (1/12/2024).

Dari hasil interogasi, Atok mengaku beraksi bersama lima temannya.

Tiga pelaku lainnya yang masih di bawah umur telah ditangkap sebelumnya dan kini sedang menjalani proses hukum di peradilan anak.

Baca juga: Kronologis Anak Polisi dan Kawanannya Begal Prajurit TNI di Medan, Hasil Kejahatan Untuk Judi Online

Dua pelaku lainnya, berinisial F dan W, masih buron.

Atok, yang merupakan pemimpin kelompok begal, mengungkapkan ia melakukan aksi tersebut karena kebutuhan uang.

"Uangnya saya pakai untuk beli rokok, main PS, sama main slot judi online," ungkapnya saat digiring ke sel tahanan.

Menariknya, Atok mengaku sebagai anak dari seorang anggota polisi yang bertugas di Dokkes Polda Sumut, meskipun ayahnya sudah meninggal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas