Suami Cor Jasad Istri di Aceh: Saksi dengar ada Cekcok hingga Teriakan Minta Ampun dari Kebun Kopi
Terungkapnya kasus suami cor jasad istri di Bener Meriah setelah tetangga dengar cekcok dan teriakan minta ampun serta gundukan tanah mencurigakan.
Penulis:
Theresia Felisiani
Sejak itulah Edi membuat rencana pembunuhan kepada korban.
Gali Lubang di Kebun Kopi untuk Cor Istri
Keesokan harinya pada Selasa (28/1/2025), Edi mempersiapkan rencana pembunuhan dengan menggali lubang di kebun kopi.
Lalu pada Rabu (29/1/2025), sekira pukul 09:30 WIB, pelaku mengajak korban ke kebun dengan alasan membersihkan area tersebut.
Saat korban lengah, di sana lah Edi beraksi melancarkan pembunuhan.
Saat korban sedang berjongkok, Edi menghantamkan papan ke kepala Ayuni dari belakang.
Hantaman itu menyebabkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Setelah korban tidak bergerak, Edi memasukkan tubuh Ayuni ke dalam lubang yang telah digali.
Kemudian, Edi juga sempat mengambil gelang emas milik korban serta uang tunai sebesar Rp 3.000.000 yang ada di kantong celana korban.
"Sebelum ditanam pelaku ini juga sempat mengambil gelang emas milik korban serta uang tunai sebesar Rp 3.000.000 yang ada di kantong celana korban," ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Tuschad Cipta Herdani.
Lanjut, setelah mengambil barang korban, lalu pelaku menutup lubang tersebut dengan tanah.
Karena belum tertutup sepenuhnya, pelaku sempat kembali ke rumah untuk mengambil pasir serta membeli satu sak semen untuk menutupi lubang secara permanen setelah itu ia pergi meninggalkan lokasi.
"Memang kasus pembunuhan ini telah direncanakan oleh pelaku," sebut Kapolres.
Ayuni Sarah yang jasadnya ditemukan terkubur di dalam drum dan ditutup dengan semen diduga masih hidup ketika saat dikuburkan.
Dugaan korban Ayuni masih hidup muncul berdasarkan keterangan polisi dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan terhadap pelaku pembunuhan yang tak lain adalah suaminya sendiri, Edi Andani.
Lantas pihak kepolisian menyampaikan jika terkait dugaan tersebut pihaknya masih harus menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian dari korban.
"Terkait itu kami belum mendapatkan hasil visum dari pihak rumah sakit, kalau sudah ada hasil akan kami informasikan kembali," kata Kasat Reskrim, Iptu Jeffryandi. (tribun network/tribunsumsel.com/tribunmedan.com)