Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Joli Jolan: Menjalin Solidaritas Sesama Lewat Pakaian, Buku hingga Barang Rumah Tangga

Mengenal komunitas Joli Ijolan, yang ada di Surakarta, Jawa Tengah. Menjadi ruang berbagi dan menjalin komunitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: timtribunsolo
zoom-in Joli Jolan: Menjalin Solidaritas Sesama Lewat Pakaian, Buku hingga Barang Rumah Tangga
(Mg UNS / Nur)
KOMUNITAS JOL IJOLN - Pengunjung sedang berada di ruang berbagi Jol Ijolan di Jalan Siwalan No. 1, Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah terlihat puluhan orang berbaris antre dengan tertib di tepi jalan, Sabtu (23/8/2025). (Mg UNS / Nur) 

TRIBUNNEWS.COM – Di sebuah rumah di Jalan Siwalan No. 1, Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah terlihat puluhan orang berbaris antre dengan tertib di tepi jalan, Sabtu (23/8/2025).

Mereka tidak sedang mengantre sembako, melainkan menunggu giliran untuk masuk ke sebuah “ruang berbagi”.

Adalah Joli Jolan, sebuah komunitas yang bukan sekadar tempat tukar menukar barang bekas, melainkan sebuah ruang solidaritas yang menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan slogan “Ambil sesuai kebutuhan, berikan sesuai kemampuan”, Joli Jolan telah membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa universal bagi setiap orang.

Didirikan pada tahun 2019, Joli Jolan lahir dari sebuah keresahan akan pengelolaan barang layak pakai atau barang bekas yang langsung dibuang, sementara itu di tempat lain banyak orang yang membutuhkan.

Filosofi namanya sendiri berasal dari Bahasa Jawa “Ijol-ijolan” yang berarti tukar menukar.

Gerakan komunitas ini sepenuhnya dilakukan oleh para relawan yang datang dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pengusaha UMKM, guru, wartawan, hingga mahasiswa.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena panggilan hati, tanpa mengharap imbalan mereka meluangkan waktu dan tenaga untuk berkontribusi kepada masyarakat.

“Yang pasti gerakan seperti ini, harus mau bergerak dengan hati.,” ujar Cut Atika (52), salah satu relawan inti Joli Jolan.

Kini Joli Jolan memiliki 20-30 relawan aktif yang tulus sepenuh hati untuk membantu keberjalanan komunitas.

Setiap donasi yang diterima, baik secara langsung maupun melalui 3 alamat dropbox yang tersedia tidak langsung dipajang, tapi akan melalui proses sortir terlebih dahulu.

Baca juga: Cerita Komunitas Nubie Japan, Jadi Wadah Kreatif Pencinta Budaya Jepang di Soloraya

Para relawan akan memilah barang yang layak dan barang yang masuk kategori reject.

Barang yang tidak lolos sortir pun tidak dibuang sia-sia, melainkan diolah kembali menjadi isian bantal atau kerajinan lainnya.

Berbeda dari kebanyakan tempat donasi, Joli Jolan memiliki sistem yang terorganisir untuk memastikan proses berbagi berjalan adil dan menjaga martabat semua pihak.

Waktu operasional Joli Jolan yakni setiap hari Sabtu mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, di markas Joli Jolan yang merupakan rumah dari salah satu pendirinya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas