Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Joli Jolan: Menjalin Solidaritas Sesama Lewat Pakaian, Buku hingga Barang Rumah Tangga

Mengenal komunitas Joli Ijolan, yang ada di Surakarta, Jawa Tengah. Menjadi ruang berbagi dan menjalin komunitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: timtribunsolo
zoom-in Joli Jolan: Menjalin Solidaritas Sesama Lewat Pakaian, Buku hingga Barang Rumah Tangga
(Mg UNS / Nur)
KOMUNITAS JOL IJOLN - Pengunjung sedang berada di ruang berbagi Jol Ijolan di Jalan Siwalan No. 1, Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah terlihat puluhan orang berbaris antre dengan tertib di tepi jalan, Sabtu (23/8/2025). (Mg UNS / Nur) 

Pengunjung yang terdaftar sebagai anggota kini telah mencapai lebih dari 3.000 orang.

Setiap kunjungan, pengunjung hanya diperbolehkan mengambil maksimal tiga buah barang, dengan ketentuan dua atasan dan satu bawahan.

Data pengambilan kemudian dicatat dalma kartu anggota, setelah itu pengunjung dapat mengambil barang lagi setelah 14 hari.

Namun, Joli Jolan tak hanya berhenti sampai disana, mereka mengembangkan beberapa program inovatif, seperti Toko Koci, Program Pangan, dan Kolaborasi Komunitas.

JOL IJOLAN - Cut Atika, salah satu relawan inti Joli Jolan saat melakukan wawancara dengan Tribunnews di Markas Besar Joli Jolan di Jl Siwalan, Kerten, Laweyan, Solo pada Jumat (22/08/2025). (Mg UNS/Nur)
JOL IJOLAN - Cut Atika, salah satu relawan inti Joli Jolan saat melakukan wawancara dengan Tribunnews di Markas Besar Joli Jolan di Jl Siwalan, Kerten, Laweyan, Solo pada Jumat (22/08/2025). (Mg UNS/Nur) ((Mg UNS/Nur))

Toko Koci adalah sebuah butik yang menjual barang-barang donasi berkualitas premium dengan harga yang terjangkau.

Nama “Koci” merupakan singkatan dari “Koko” dan “Cici”, yang terinspirasi dari etos masyarakat Tionghoa.

Hasil penjualan dari Toko Koci sepenuhnya digunakan untuk biaya operasional dan mendanai program lainnya yang membutuhkan dana.

Rekomendasi Untuk Anda

Program Pangan merupakan salah satu program yang didanai oleh hasil penjualan dari Toko Koci.

Dana tersebut dialokasikan untuk menyediakan bahan pangan seperti sayuran, telur, susu secara gratis kepada pengunjung.

Selain itu, Joli Jolan juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Mereka pernah bekerja sama dengan PMI di Mojosongo, mendukung acara sastra Sapardi

Djoko Damono, hingga menyalurkan donasi buku untuk kegiatan KKN mahasiswa.

Tantangan terbesar bagi Joli Jolan adalah mengedukasi masyarakat untuk berdonasi secara bijak, karena Joli Jolan kerap menerima donasi barang yang sudah robek, bernoda, dan tidak layak pakai.

"Dulu banyak sekali yang seperti itu, istilahnya seperti buang sampah," ujar Cut Atika.

Komunitas ini secara tegas menolak donasi pakaian yang tidak layak pakai, dan terus mengkampanyekan agar barang yang didonasikan adalah barang yang bersih dan dan siap pakai.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas