Dugaan Rasisme Berujung Kerusuhan di Yalimo Papua: 30 Kios & Rumah Terbakar, 200 Warga Mengungsi
Perselisihan akibat dugaan ujaran rasisme terjadi di Yalimo Papua. Akibatnya puluhan rumah dan kios terbakar dan membuat warga mengungsi.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Suasana di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, tengah mencekam setelah terjadi kericuhan pada Selasa (16/9/2025) pagi.
Dikutip dari Tribun Papua, pemicu adanya kericuhan tersebut diduga karena ujaran rasisme yang diduga dilakukan oleh seorang perantau yang berprofesi sebagai pedagang sembako terhadap siswa SMA Negeri 1 Elelim.
Berdasarkan informasi yang diterima, insiden itu bermula ketika ada seorang siswa SMA Negeri 1 Elelim tengah berbelanja di salah satu kios.
Namun, ketika tengah berinteraksi, pedagang tersebut diduga berkata yang menjurus ke rasis kepada siswa tersebut.
Akibatnya, siswa itu pun tersinggung dan memicu kemarahan. Setelah itu, siswa tersebut langsung memanggil rekan-rekannya untuk mendatangi kios.
Baca juga: Komnas HAM: Publik Berhak Tahu Fakta Demo Ricuh Agustus 2025
Kemudian, cekcok pun terjadi dan berujung pembakaran kios oleh sekelompok siswa tersebut.
Sementara, Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut.
Dia mengatakan personel dari Polres Yalimo baru memperoleh laporan adanya insiden tersebut saat tengah apel pagi yakni pada Selasa pukul 07.30 WIT.
Cahyo menuturkan saat polisi tiba di lokasi kejadian, didapati sejumlah bangunan di sekitar sekolah telah dalam kondisi terbakar.
Di sisi lain, aparat yang sedang mencoba untuk mengamankan situasi justru diserang oleh sejumlah massa.
Akibatnya ada seorang polisi yang menderita luka akibat terkena busur panah di bagian kepala.
"Jadi ketika mencoba mengamankan situasi lima personel Polres diserang oleh massa, memaksa mereka mundur ke markas, akibatnya salah satu anggota kami mengalami luka serius akibat terkena anak panah di kepala dan kini tengah dirawat intensif di RSUD Yalimo," jelasnya.
Sementara, secara keseluruhan, total ada lima aparat dari TNI dan Polri mengalami luka dan kini dirawat intensif.
Selain itu, total ada 30 kios dan rumah warga yang terbakar akibat kerusuhan ini.
Tak cuma itu, enam perumahan polisi, satu mes perwira, hingga 13 kendaraan bermotor, turut dirusak.
Baca tanpa iklan