Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Hanya di Asmat, KKB juga Serang Distrik Seradala Yahukimo, 5 Korban Tewas

Di Distrik Kolf Braza seorang warga sipil tewas. Sementara di Distrik Seradala, tercatat 5 korban yang merupakan penambang juga tewas.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Tak Hanya di Asmat, KKB juga Serang Distrik Seradala Yahukimo, 5 Korban Tewas
Istimewa
PENYERANGAN KKB - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kodak menyerang Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Tengah, 5 korban tewas. KKB juga menyerang Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, seorang korban tewas. Foto Misto (47), seorang tukang ojek warga asal Probolinggo-Jawa Timur meninggal diduga ditembak oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

 

 

Kelompok ini menggunakan senjata api atau senjata tajam untuk melakukan aksi teror dan kekerasan.

Mereka sering melakukan penyerangan, pembakaran, penyanderaan, dan sabotase terhadap fasilitas publik seperti bandara, sekolah, dan puskesmas.

Dari keterangan saksi, pada Minggu pukul 19.00 WIT, dua pekerja tambang ditemukan tewas mengenaskan dengan luka akibat kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki. 

Sejumlah penambang lain berupaya menyelamatkan diri ke Dekai, namun terhambat cuaca buruk.

Keesokan harinya, Senin pukul 08.00 WIT, KKB kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum.

Rekomendasi Untuk Anda

KKB menggunakan panah dan senjata api hingga membuat panik para pendulang emas.

Tiga orang kembali menjadi korban, sehingga total korban jiwa sementara berjumlah lima orang.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi adanya laporan tambahan tiga korban dari lokasi kejadian.

Namun pihaknya belum bisa memastikan identitas maupun jumlah total korban.

"Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini."

"Namun hingga kini tim belum bisa mencapai TKP karena sempat terjadi kontak tembak," kata Faizal melalui siaran pers diterima Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (24/9/2025) pagi.

Upaya evakuasi yang direncanakan juga harus tertunda akibat hujan deras yang mengguyur Yahukimo.

Arus sungai yang semakin deras membuat tim tak bisa menyeberang ke lokasi kejadian.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas