Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa SD di Palembang Muntah-muntah Diduga Keracunan MBG, Polisi Cek Apakah Ada Kesengajaan

Belasan siswa SD di Palembang, Sumatera Selatan diduga keracunan MBG. Polisi lakukan penyelidikan hingga wali kota minta maaf

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Siswa SD di Palembang Muntah-muntah Diduga Keracunan MBG, Polisi Cek Apakah Ada Kesengajaan
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
MENU MBG -- Inilah penampakan menu MBG di SDN 178 Palembang hari ini, Kamis (25/9/2025). Diketahui, belasan siswa SDN 178 Palembang hari ini dilarikan ke puskesmas setelah menyantap menu MBG. 

TRIBUNNEWS.COM - Belasan siswa SDN 178 Palembang, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatra Selatan mengalami gejala keracunan hingga muntah-muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/9/2025).

Sebanyak 13 siswa kelas 4A tersebut alami gejala keracunan setelah menyantap MBG pada pukul 10.00 WIB.

Mulanya, ada seorang siswa yang melaporkan ke guru bahwa ada temannya yang muntah di kelas.

Siswa tersebut lantas dibawa ke UKS untuk mendapatkan penanganan pertama.

Tak lama kemudian, sejumlah siswa lainnya mengalami keluhan serupa.

Karena di UKS kondisinya belum membaik, para siswa pun dibawa ke Puskesmas.

"Langsung kami bawa pakai motor yang penting diberi penanganan cepat lebih dulu demi keselamatan anak," ujar Guru Olahraga SDN 178.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip TribunSumsel.com, setelah mendapat perawatan, empat siswa dibolehkan pulang.

Sementara sisanya dirujuk ke Rumah Sakit Pusri Palembang.

Pihak Polrestabes Palembang pun melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi terkait dengan kasus keracunan ini.

Kombes Pol Harryo Sugihhartono selaku Kapolres Palembang mengonfirmasi hal tersebut.

Baca juga: Cegah Keracunan MBG, Ahli Gizi Minta Kepala Sekolah Cicipi Makanan Sebelum Dibagikan

Saksi yang diperiksa yakni pihak sekolah, katering, dan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

"Kami melihat mens rea-nya (niat jahat di balik tindakan) dulu. Apakah ada niat karena kesempatan selalu terbuka, diketahui namun ada yang membiarkan, atau memang tidak tahu,"

"Mungkin bahannya tidak sehat dari pasar, bukan niat dari SPPG," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas