Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Siswa di Ciamis Mual dan Pusing usai Konsumsi Menu MBG: Ayamnya Bau, Sayurnya Masam

52 siswa SMPN 4 Pamarican keracunan usai makan MBG. Ayam bau dan sayur masam picu mual, pusing, muntah. 2 dirujuk ke RSUD Banjar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Siswa di Ciamis Mual dan Pusing usai Konsumsi Menu MBG: Ayamnya Bau, Sayurnya Masam
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
52 siswa SMPN 4 Pamarican terbaring lemas di ruang kelas usai menyantap menu MBG. Ayam bau dan sayur masam diduga jadi pemicu keracunan massal. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 52 siswa SMPN 4 Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025).

Mereka mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah.

Hal itu diakui seorang siswi Kelas VII B SMPN 4 Pamarican, Nazwa.

Dia merasa mual dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

“Saya merasa mual dan pusing,” kata dia.

Para pelajar mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari ayam goreng, sayur labu siam jagung, dan tahu goreng pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun usai disantap, puluhan siswa justru merasakan mual, pusing, hingga tubuh lemas.

Rekomendasi Untuk Anda

“Makanan yang dimakan ayam goreng, sayuran, tahu, tapi ayamnya agak bau. Setelah itu banyak teman mulai sakit perut,” tutur Nazwa.

Hal serupa juga disampaikan Nizam. 

Dia mengakui sempat tercium daging ayam bau, dan sayurnya terasa masam.

“Menunya sayur, ayam, tahu. Ayamnya kaya bau basi, sayurnya agak asam,” sambung Nizam, siswa kelas VIII D yang juga merasakan gejala yang sama.

Kondisi mereka membuat panik pihak sekolah. Beberapa siswa terpaksa dibaringkan di ruang kelas menunggu pertolongan medis.

Petugas medis dari Puskesmas Kertahayu dan Pamarican datang dengan ambulans, sementara sebagian siswa harus dirujuk ke rumah sakit.

Menurut data sekolah, sebanyak 52 siswa mengalami gejala keracunan. 

Dua di antaranya dirujuk ke RSUD Kota Banjar, 13 ditangani di Puskesmas Pamarican, dan 5 siswa di Puskesmas Banjarsari, sementara lainnya bisa tertangani di sekolah dan langsung pulang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas