Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Datangi PT Timah, Emak-Emak Jual Pasir Timah dalam Baskom: Tolong, Anak Mau Nyusu

Viral emak-emak bawa baskom timah ke PT Timah Toboali. Curhat 4 hari tak laku jual, anak butuh makan, warga keluhkan razia kolektor.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Datangi PT Timah, Emak-Emak Jual Pasir Timah dalam Baskom: Tolong, Anak Mau Nyusu
ISTIMEWA
JUAL PASIR TIMAH - Emak-emak membawa baskom berisi timah basah ke Kantor PT Timah Toboali, Bangka Selatan, sambil menangis sulitnya menjual hasil tambang. 

Penambang rakyat masih aktif, namun hanya mengakses sekitar 10 persen wilayah tambang, sementara 90% IUP dikuasai PT Timah Tbk.

Banyak penambang beroperasi tanpa izin resmi, sehingga dianggap ilegal dan rawan razia.

Dalam proses seperti penyolderan manual atau pembuatan kerajinan logam, timah cair di baskom bisa diambil dengan alat khusus untuk diaplikasikan langsung.

Baskom memungkinkan timah cair mendingin secara perlahan dan merata, sehingga tidak retak atau rusak saat membeku.

Dia terlihat duduk di lantas. Wanita itu memakai baju berwarna cokelat, jilbab dan celana berwarna merah.

Perempuan tersebut mengeluhkan sulitnya menjual timah yang didapatkan dari aktivitas menambang selama beberapa hari terakhir.

“Ni nek ngenjual ke PT Timah. Ni lokasi e. (Ini mau menjual ke PT Timah. Ini lokasinya),” kata perempuan di dalam video tersebut sembari membawa baskom penuh timah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Minta tolong mana orang timah. Aku mau menjual timah, berapa hari anak aku mau menyusu dan makan. Ni timahnya semangkok, tolong, empat hari aku di sini,” tambahnya lagi sembari meletakkan baskom di atas lantai keramik.

“Lah hekaput keliling Habang dakde yang meli timah. (Sudah mondar-mandir keliling Toboali tidak ada yang beli). Tolong lah,” ucapnya.

Tak berselang lama kedua petugas keamanan yang berada di lokasi langsung masuk ke dalam kantor dan memanggil seorang rekan lainnya. Sementara potongan video lainnya dengan berdurasi 1 menit 49 detik menunjukkan perempuan tersebut tengah duduk di teras kantor dengan seorang petugas keamanan. 

“Tolonglah beli bang. Aku mau makan bang. Dak cocok lagi ikak macem ne (Tidak cocok lagi kalian seperti ini). Tolonglah bang,” keluh ibu itu.

“Di sini bukan tempat menjual timah. Ini merupakan tempat gudang penampungan,” jawab seorang pria dalam video itu.

Lantas petugas keamanan dan emak-emak terlibat percakapan mengenai penjualan timah. Bahkan perempuan tersebut sempat menyebut adanya razia kolektor timah.

Perempuan di dalam video itu pun turut menyesalkan banyak timah milik masyarakat tak laku untuk dijual. 

“Dak tahan agik digawe timah ngejuel kemane ngejual haro. (Tidak tahan lagi dibuat timah. Menjual kemana, menjual susah),” timpal ibu tersebut.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas