Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Datangi PT Timah, Emak-Emak Jual Pasir Timah dalam Baskom: Tolong, Anak Mau Nyusu

Viral emak-emak bawa baskom timah ke PT Timah Toboali. Curhat 4 hari tak laku jual, anak butuh makan, warga keluhkan razia kolektor.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Datangi PT Timah, Emak-Emak Jual Pasir Timah dalam Baskom: Tolong, Anak Mau Nyusu
ISTIMEWA
JUAL PASIR TIMAH - Emak-emak membawa baskom berisi timah basah ke Kantor PT Timah Toboali, Bangka Selatan, sambil menangis sulitnya menjual hasil tambang. 

Hingga kini video tersebut terus tersebar di beberapa grup maupun media sosial. Penggalan video itupun tampak telah diteruskan secara berkali-kali oleh beberapa orang. Belum ada pernyataan resmi dari PT Timah mengenai viralnya video tersebut. Termasuk keluhan masyarakat yang sulit menjual timah.

Harga timah saat ini berada di kisaran USD 34.975 per ton, naik sekitar 9,97% dibanding tahun lalu.

Meski sempat anjlok akibat lemahnya permintaan dari China dan gangguan pasokan global, harga timah kini menunjukkan tren pemulihan.

Harga timah belum anjlok total, tapi masih fluktuatif dan belum pulih penuh.

Penambangan masih berlangsung, namun menghadapi tekanan dari sisi produksi, regulasi, dan sosial.

Penambang rakyat menghadapi tantangan berat, sementara perusahaan besar seperti PT Timah berupaya mengejar target di tengah kondisi yang belum ideal.

Di Bangka Belitung, pos PT Timah dirusak massa penambang rakyat menjelang demo besar-besaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Penambang menuntut:

Kenaikan harga pasir timah

Kemudahan proses pembayaran

Penghapusan razia oleh Satgas Timah

Banyak penambang kini beralih ke kebun sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian tambang.

Pos pengumpul bijih timah di Desa Bencah, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi sasaran aksi massa pada Senin (29/9/2025). Peristiwa ini terjadi menjelang demonstrasi besar-besaran yang direncanakan para penambang pekan depan. 

Ketidakpuasan penambang dipicu oleh kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Timah serta harga pembelian pasir timah yang dianggap terlalu rendah. Kepala Desa Bencah, Heri Purnomo, mengonfirmasi bahwa massa yang terlibat tidak hanya berasal dari Desa Bencah, tetapi juga dari daerah lain yang melakukan penambangan di desa tersebut. 

"Intinya masalah harga, massa meminta ada kenaikan harga dan proses pembayaran dipermudah," kata Heri saat dihubungi pada Selasa (30/9/2025). 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas