Pria Todong Airsoft Gun dan Hajar Pacarnya yang PNS, Polisi Ungkap Motif Cemburu
Pria di Sragen aniaya pacarnya yang PNS dengan airsoft gun karena cemburu. Pelaku ditangkap beberapa jam setelah kejadian.
Editor:
Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria menodongkan senjata jenis airsoftgun dan menghajar pacarnya yang seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sragen, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi saat DSW (39) mendatangi kantor pacarnya YEL (43) di Kantor Terpadu Pemerintah Daerah Sragen pada Senin (13/10/2025).
Kejadian itu berawal pada saat korban sedang bekerja di ruang kerja. Secara tiba-tiba, pelaku datang dan langsung membentak korban.
"Pelaku tiba-tiba datang, tanpa basa-basi, pelaku langsung memarahi dan membentak korban dengan ancaman serius, pelaku bilang 'ayo melu metu aku, yen ra gelem tak pateni' (ayo ikut saya keluar, kalau tidak mau akan kubunuh)," kata Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Ardi Kurniawan kepada TribunSolo.com.
Lanjutnya, pada saat marah-marah tersebut, pelaku juga menarik jilbab korban.
Karena situasi tidak kondusif, rekan kerja korban yang melihat kejadian tersebut, langsung berusaha melerai.
Namun, tidak disangka, pelaku malah mengeluarkan benda menyerupai senjata api dari tasnya.
"Pelaku langsung menodongkan benda tersebut ke rekan kerja korban yang berusaha melerai, setelah itu, ia menodongkan senjata (airsfot gun) kepada korban," jelasnya.
"Pelaku juga memukuli korban berkali-kali menggunakan airsoft gun dan menendang tubuh korban, sebelum akhirnya korban melarikan diri," sambungnya.
Menurutnya, atas kejadian tersebut, korban mengalami luka perdarahan di kepala sebelah kiri, luka sobek di pergelangan tangan kanan, serta luka memar di lengan kanan dan kaki kiri korban.
Korban kemudian melaporkan apa yang ia alami ke Polres Sragen.
"Hanya berselang beberapa jam, sekira pukul 13.30 WIB, kami dapat mengamankan pelaku di wilayah Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar," pungkasnya.
Motif Cemburu
DSW (39) seorang pria warga Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar mengakui alasannya menganiaya seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen karena cemburu.
Dimana, DSW cemburu melihat korban yang sudah dipacarinya selama 3,5 tahun berfoto bersama laki-laki lain.
Baca tanpa iklan