Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Timothy di Unud: Polisi Dalami Dugaan Tekanan Sosial dan Perundungan di Kampus

Meski pihak keluarga menyerahkan dugaan perundungan kepada pihak kampus, polisi menegaskan langkah hukum tetap terbuka jika ditemukan unsur pidana

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kasus Timothy di Unud: Polisi Dalami Dugaan Tekanan Sosial dan Perundungan di Kampus
Instagram @ univ.udayana
DUKA TIMOTHY ANUGERAH - Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menggelar Renung atas meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (TAS) diduga karena bulying atau perundungan. Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi mengatakan, pihaknya masih menelusuri berbagai kemungkinan penyebab kejadian, termasuk dugaan adanya perundungan 

Menurut Lukas, informasi yang beredar baik itu dari pihak kampus masih berubah-ubah dan belum ada kepastian. 

Ia pun mendatangi langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahkan kebenaran jatuh dari lantai berapa pun simpang siur.

Baca juga: Diduga Pelaku Bullying Timothy Ada dari Mahasiswa Koas, Pihak RS Ancam Bakal Kembalikan ke Unud

“Saya sudah lihat ke lokasi. Saya laporkan kematian anak saya agar diusut dengan jelas penyebabnya. Apakah jatuh dari lantai dua, lantai tiga atau lantai empat, biarlah polisi yang menjelaskan,” tuturnya.

Disinggung mengenai kondisi psikologis Timothy, Lukas tidak berbicara banyak. Ia hanya menyerahkan ini kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya. 

“Saya tidak tahu seperti apa keadaannya. Karena itu saya serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, perundungan terjadi dilakukan oleh sejumlah mahasiswa UNUD lintas fakultas. 

Dari sejumlah mahasiswa  perundung tersebut pada akhirnya meminta maaf secara terbuka di media sosial.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai hal tersebut, Lukas mengaku tidak ingin semakin memperkeruh suasana dengan membawa hal tersebut ke ranah pidana. 

Ia hanya meminta persoalan tersebut untuk diselesaikan di tingkat kampus.

“Itu biarkan pihak kampus yang menentukan. Saya tidak mau membawa ke ranah pidana. Saya tahu bagaimana rasanya jadi orang tua kalau anaknya dibegitukan, kasihan juga orang tuanya, jadi biarkan pihak kampus yang menentukan,” kata dia.

Pihaknya berharap, jajaran Polresta Denpasar segera melakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap penyebab pasti kematian Timothy. 

“Saya tidak mau berasumsi macam-macam. Biarlah polisi yang menyelidiki, supaya kami tahu benar apa yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya. 

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RS Ngoerah, dr I Wayan Sudana M Kes menyatakan bakal mengambil sikap tegas atas duguaan keterlibatan peserta didik (co ass) yang melakukan perundungan Timothy.

dr Sudana menaruh keprihatinan yang mendalam atas kasus tersebut di mana mahasiswa kedokteran yang menempuh program pendidikan profesi dokter justru bertindak tidak beretika dengan komentar tidak pantas di media sosial.

“Ini menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” ungkap dr Wayan dalam keterangan kepada awak media, pada Minggu 19 Oktober 2025.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas