Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anak Pemulung Dikeluarkan dari Sekolah Usai Di-Bully, Kepsek: Sekolah Kami Ramah Anak

GDS siswi SMP Bandar Lampung dikeluarkan dari sekolah usai dibully karena ibunya pemulung, kisahnya viral di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Anak Pemulung Dikeluarkan dari Sekolah Usai Di-Bully, Kepsek: Sekolah Kami Ramah Anak
TribunJogja.com
ILUSTRASI BULLYING - GDS (17), siswi SMP di Bandar Lampung, mengaku dikeluarkan dari sekolah usai dibully karena ibunya pemulung. 

Pelajar asal Bandar Lampung itu tampak pilu lantaran dikeluarkan dari sekolah.

Tak dibela oleh guru dan kepala sekolah, GDS akhirnya kini putus sekolah.

Kejadian pembullyan itu dialami GDS saat ia duduk di kelas VIII SMP Negeri 13 Bandar Lampung.

Dalam video viral yang dilansir TribunnewsBogor.com dari akun feedgramindo, GDSmenahan tangis saat menceritakan perundungan yang ia terima.

Pelajar usia 16 tahun itu bercerita bahwa ia dibully karena ibunya hanya seorang tukang rongsok.

Hati GDS pedih mendengar orangtuanya dihina oleh temannya di sekolah.

"Ya ngata-ngatain orang tua gitu, kayak ngomong 'ya orang tua lo jelek, miskin, tukang rongsok, enggak usah belagu," kata GDS , dikutip pada Rabu (22/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Usai mendapat perundungan, GDS kabarnya sempat mengadu ke guru.

Namun katanya, pihak sekolah justru mengeluarkan GDS.

"Saya sering di-bully sama teman saya, mereka menghina orangtua saya pemulung, tukang rongsokan hingga akhirnya saya dikeluarin dari sekolah saat saya duduk dibangku kelas VIII," ungkap GDS dilansir dari Tribun Lampung.

Nasib miris yang dialami GDS itu turut membuat ibunya nelangsa.

Ibunda GDS, Misna Megawati menceritakan respon kepala sekolah saat tahu GDS dibully.

Tak membela, katanya kepala sekolah malah memilih mengeluarkan GDS dari sekolah karena mementingkan murid lainnya.

"Katanya dia (Gina) merasa dibully. Tiba-tiba dipulangin aja sama guru di sekolah. Ngomong katanya GDS dibully di sekolahan."

"Terus kata kepala sekolahnya, daripada milih murid satu, yang lainnya bubar, ya udah GDS dikeluarin," imbuh Misna.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas