Bencana Longsor di Sibolga Sumut: 5 Warga Tewas, 17 Rumah Rusak
Lima orang meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) sejak Selasa (25/11/2025).
Editor:
Erik S
Tambah Ferry, mereka juga mengirimkan drone untuk memantau kondisi di lapangan.
Baca juga: Daftar Sejumlah Kelurahan di Sumut yang Disapu Banjir dan Longsor Serempak
"Alat-alat dikirim untuk mempermudah komunikasi dan laporan dari lapangan di lokasi,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).
Pengiriman alat komunikasi dilakukan sejak Selasa malam, kemarin karena hancurnya infrastruktur jaringan komunikasi.
Selain alat canggih, Polda Sumut turut mengirimkan 8 personel yang ahli di bidangnya masing-masing dalam teknologi internet, jaringan.
"Tim berangkat bersama tim Samapta dan Brimob,"tutupnya.
Evakuasi Korban
Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias melalui Pos SAR Sibolga mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Aek Muara Pinang, Kota Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (25/11/2025) dini hari.
Sibolga adalah sebuah kota di Provinsi Sumatra Utara, terletak di pesisir barat Pulau Sumatra.
Kota ini berada di tepi Teluk Tapian Nauli, sehingga sering disebut sebagai “Kota Ikan” atau “Kota Pelabuhan” karena sejarahnya yang kuat sebagai pusat perdagangan laut.
Banjir dan longsor berada di beberapa lokasi, antara lain:
- Perumahan Pandan Asri
- BKKBN
- Sibuluan Nauli
- Sibuluan Rindu Alam
- Hajoran
- Perumahan Pandai Permai dekat Matauli
- Tangga Seratus Sibolga
- Klinik Yakin Sehat Sibuluan Lambok
- Sibuluan Hotagodang
- Jalan Sipansihaporas
.
"Pos SAR Sibolga menempuh estimasi waktu sekitar 20 menit," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melalui keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Setelah menerima informasi, Kantor SAR Nias melalui Pos SAR Sibolga segera memberangkatkan tim rescue berjumlah 5 personel Pos SAR Sibolga dan dibantu 14 ABK KN SAR Nakula sekitar pukul 02.40 WIB untuk melakukan assessment dan penanganan di lokasi.
KN SAR Nakula adalah kapal cepat/rescue boat milik BASARNAS yang dikerahkan untuk operasi pencarian dan pertolongan di laut--khususnya di kawasan pantai barat Sumatra Utara.
Kapal ini tergolong sebagai armada laut dari pos SAR di wilayah utara Sumatra, dengan basis awal di pelabuhan Sibolga.
Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Banjir Bandang di Tapsel: Dua Warga Meninggal, Listrik dan Komunikasi Lumpuh
Unsur SAR yang terlibat meliputi personel Pos SAR Sibolga serta keluarga korban.
Baca tanpa iklan