Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatra: dari Kelas Berlumpur hingga Kampus Ruang Solidaritas

Kemendikdasmen memperkirakan dampak kerusakan pada sekolah tidak bisa dipulihkan hanya dengan membersihkan ruang kelas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
Editor: Erik S
zoom-in Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatra: dari Kelas Berlumpur hingga Kampus Ruang Solidaritas
BNPB/
BENCANA SUMBAR - Dampak kerusakan materil yang terjadi, akibat banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (30/11/2025). TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

Ringkasan Berita:
  • Kemendikdasmen mengirim tim verifikasi faktual ke titik-titik yang paling parah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
  • Banyak sekolah membutuhkan perbaikan struktural, pembaruan perangkat belajar, dan dukungan mental bagi siswanya.
  • Beberapa kampus kehilangan laboratorium, arsip penelitian, bahkan ruang diskusi yang selama ini menjadi tempat mahasiswa bertukar gagasan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirim tim verifikasi faktual ke titik-titik yang paling parah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. 

Mereka berjalan melewati jalan berlumpur, menembus sisa-sisa reruntuhan, dan memetakan kebutuhan sekolah secara rinci mulai dari ruang kelas darurat, paket belajar, alat peraga, hingga layanan pemulihan psikososial yang sangat dibutuhkan siswa dan guru yang masih berada dalam tekanan emosional.

Kemendikdasmen memperkirakan dampak kerusakan pada sekolah tidak bisa dipulihkan hanya dengan membersihkan ruang kelas.

Baca juga: Kemendikdasmen: 67 Guru Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Sumatera

Banyak sekolah membutuhkan perbaikan struktural, pembaruan perangkat belajar, dan dukungan mental bagi siswanya.

Dana sebesar Rp13,3 miliar digelontorkan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, mengirim tenda kelas, menyiapkan perangkat komunikasi untuk sekolah yang aksesnya terputus, serta memberikan santunan bagi guru dan siswa yang kehilangan rumah.

Langkah ini memastikan bahwa proses belajar dapat terus berjalan meski dalam kondisi darurat.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun langsung meninjau sekolah-sekolah di Padang Pariaman dan Agam, Sumatera Barat.

Ia berbincang dengan para guru yang masih berusaha menenangkan siswanya, mendengarkan cerita tentang ujian yang tertunda, serta melihat langsung anak-anak yang ikut kegiatan pemulihan psikososial di ruang kelas sementara.

Abdul Mu’ti meminta agar pembersihan sekolah dilakukan oleh tenaga profesional agar anak-anak bisa kembali belajar tanpa risiko keselamatan. Pemerintah juga memberikan fleksibilitas pelaksanaan ujian bagi siswa yang masih tinggal di pengungsian.

"Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal karena keadaan darurat," ujar Mendikdasmen, Sabtu(13/12/2025).

Baca juga: Akses Sulit, Kemendikdasmen Akui Pendataan Siswa Terdampak Bencana Sumatera Terhambat

Sementara rehabilitasi sekolah berlangsung, jenjang perguruan tinggi menghadapi beban yang tak kalah berat.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat lebih dari enam ribu sivitas akademika terdampak dan puluhan kampus mengalami kerusakan layanan.

Beberapa kampus kehilangan laboratorium, arsip penelitian, bahkan ruang diskusi yang selama ini menjadi tempat mahasiswa bertukar gagasan.

Kemdiktisaintek menyiapkan langkah dua fase, mulai dari masa tanggap darurat hingga rencana rehabilitasi jangka menengah pada 2026.

Setidaknya tiga belas kampus ditetapkan sebagai pusat koordinasi akademik untuk memastikan proses akademik tidak terputus. Kampus-kampus di luar wilayah bencana bergerak menjadi jejaring pendukung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas