Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Solidaritas Pesilat Kirim Relawan dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Adapun bantuan yang disalurkan langsung berfokus pada kebutuhan perempuan dan anak, seperti obat-obatan, pakaian baru, makanan dan minuman

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Solidaritas Pesilat Kirim Relawan dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Tribunnews.com/HO
AKSI SOLIDARITAS - Tiga elemen masyarakat melepas tim relawan kemanusiaan dan bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, di Jakarta, Jumat (12/12/2025). Bantuan dikirim ke tiga provinsi terdampak bencana. 

Peristiwa ini pun menyebabkan ratusan orang meninggal dunia maupun dilaporkan hilang, serta ribuan orang lainnya luka-luka.

Menurut data dari dashboard Update Bencana Sumatra 2025 di laman resmi BNPB, sejauh ini ada 1.005 orang meninggal dunia dan 217 orang dilaporkan hilang, dikutip Sabtu (13/12/2025) sore pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, sekitar 5.400 orang mengalami luka-luka.

Di 52 kabupaten terdampak, tercatat setidaknya kerusakan baik berat maupun ringan menimpa 158.000 rumah, 1.200 fasilitas umum, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, dan 219 fasilitas kesehatan.

Terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dipicu oleh deforestasi dan Siklon Tropis Senyar yang saling berkaitan.

Munculnya siklon tropis di area Khatulistiwa diduga kuat dipicu oleh pemanasan global dan krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil sehingga suhu global Bumi naik.

Selain itu, banjir bandang dan tanah longsor terjadi karena faktor manusia, yakni maraknya deforestasi atau penggundulan hutan untuk tambang maupun perkebunan, serta kerusakan tata ruang (penyempitan dan pendangkalan Daerah Aliran Sungai atau DAS), hingga rusaknya ekosistem.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu indikasi terjelas adalah anomali pada arus air banjir bandang di Sumatra, yang tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga ribuan meter kubik kayu gelondongan, beraneka ukuran dan terlihat terpotong rapi dengan kulit sudah dikupas, sampai menumpuk di berbagai titik.

Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga. Gelondongan kayu teronggok di rumah-rumah warga maupun bangunan.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan, gelondongan kayu juga terbawa arus banjir di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Di sisi lain, tumpukan kayu gelondongan juga terlihat memenuhi area muara sungai dan bibir pantai di Kota Padang.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas