Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Areal Pertanian Rusak, Warga Aceh Minta Bantuan Perbaikan Lahan Supaya Bisa Kembali Bertani

Zulkifli Hasan menyambangi Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Areal Pertanian Rusak, Warga Aceh Minta Bantuan Perbaikan Lahan Supaya Bisa Kembali Bertani
Tribunnews.com/HO
KERUSAKAN INFRASTRUKTUR - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambangi Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk melihat langsung dampak kerusakan infrastruktur pertanian akibat bencana, Selasa (16/12/2025). 

Mereka bertahan dengan kondisi tersebut disebabkan banyak rumah mereka hilang, rusak berat, penuh dengan endapan lumpur maupun infrastruktur yang rusak.

Infrastruktur seperti listrik dan jalan juga belum sepenuhnya pulih, membuat warga kesulitan kembali ke rumah masing-masing.

Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan warga mengungsi di masjid, meunasah, tenda darurat, kantor keuchik, hingga rumah warga yang masih layak huni.

Amatan Serambinews.com di Mesjid Ulee Tutue, Kutablang, seribuan warga bermalam di masjid tersebut.

Kemudian banyak warga di meunasah setempat dengan kondisi membuka dapur umum. 

Kondisi serupa terlihat di Desa Punjot Jangka, Ulee Ceu, Kuala Ceurape, Cot Ara, Keurembok, serta berbagai desa lain di Gandapura, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli.

Aktivitas pengungsi berlangsung sederhana.

Rekomendasi Untuk Anda

Kaum ibu memasak di badan jalan atau dekat meunasah yang rusak, dengan menu seadanya seperti ikan kaleng dan ikan asin.

Saat malam tiba, aktivitas berkurang karena listrik masih padam.

Kondisi yang sama juga terlihat di Desa Alue Kuta, Jangka Bireuen mereka memasak di badan jalan dekat meunasah dan juga pinggir tambak udang yang rusak.

Camat Kutablang, Erizal, menyebut ribuan warga belum bisa pulang karena rumah mereka hilang atau tertimbun lumpur.

Hal senada disampaikan Camat Jangka, Mulyadi SP MSM, yang menegaskan banyak warga tidak tahu kapan bisa kembali karena rumah sudah tidak ada lagi.

Data sementara mencatat 14.079 kepala keluarga atau 54.517 jiwa  masih mengungsi.

Korban jiwa akibat banjir bandang ini mencapai 29 orang meninggal dunia  dan 4 orang masih hilang.

Musibah ini menjadi salah satu bencana terbesar yang menimpa Bireuen dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas.

Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menyalurkan bantuan dan memulihkan kondisi warga yang terdampak. (Tribunnews/Serambi)

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas